TENNESSEE – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan penantangnya, Joe Biden, terlibat debat panas soal tuduhan korupsi dan penanganan pandemi Covid-19, dalam acara Debat Calon Presiden AS, di Nashville, Tennessee, Kamis (22/10) waktu setempat.
Namun, aspek yang paling mengejutkan dari debat pamungkas tersebut, ternyata debat berlangsung relatif lebih sopan, dibandingkan pertemuan pertama mereka bulan lalu, ketika Trump menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berteriak, mengintrupsi, dan mengejek Biden.
Kali ini, Trump memanggil lawannya itu dengan sebutan “Joe” dan bahkan memuji moderator debat, Kristen Welker dari NBC News, yang siap untuk mematikan mikrofon untuk menjaga ketertiban.
“Saya sangat menghormati cara Anda menangani ini, sejauh ini,” kata Trump.
Perdebatan awal paling panas dalam pertemuan itu terjadi ketika keduanya saling melancarkan tuduhan korupsi. Trump telah mengisyaratkan bahwa ia akan mencoba menjatuhkan Biden dengan tuduhan bahwa putranya, Hunter, terlibat dalam korupsi di Tiongkok dan Ukraina.
Presiden berusia 74 tahun itu telah berulang kali mencoba mengangkat masalah itu dengan mengatakan ada tuduhan yang serius. “Saya pikir Anda berutang penjelasan kepada rakyat Amerika,” tegasnya.
Biden membalik serangan itu, dengan mengatakan tidak ada kesalahan yang pernah ditunjukkan oleh keluarganya. Pertanyaan serius malah muncul di sekitar Trump sendiri, termasuk kepemilikan rekening bank di Tiongkok dan gagal membuktikan pembayaran pajaknya.
“Apa yang mereka tahu adalah bahwa Anda tidak membayar pajak Anda, atau Anda membayar pajak yang sangat rendah,” kata Biden, mengacu pada laporan tentang data pajak yang bocor, yang menunjukkan Trump hanya membayar pajak penghasilan federal sebesar 750 dollar AS dalam beberapa waktu terakhir.
Ancaman Musim Dingin
Namun, senjata terkuat Biden yang kerap ia gunakan sepanjang kampanye melawan Trump adalah kritik terhadap penanganan krisis pandemi Covid-19, yang kini telah menewaskan sekitar 220.000 warga AS Amerika. Dia memperingatkan akan datangnya musim dingin yang suram.
“220.000 orang Amerika tewas. Jika Anda tidak mendengar apa-apa lagi yang saya katakan malam ini, dengarkan ini,” kata Biden, berbicara kepada penonton televisi.
“Siapa pun yang bertanggung jawab atas kematian sebanyak itu, tidak boleh tetap menjadi presiden Amerika Serikat,” ungkapnya.
Trump, yang sempat menjalani perawatan Covid-19 di rumah sakit dan telah pulih, membalas dengan mempertahankan pendapatnya untuk membuka kembali AS sesegera mungkin, bahkan ketika para ahli medis memperingatkan bahwa rencana itu perlu lebih dipertimbangkan.
