Iklan

Debat Capres AS Trump Soroti Kasus Korupsi Putra Biden di Tiongkok dan Ukraina

Sabtu, 24 Oktober 2020, Oktober 24, 2020 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:53Z

 

Foto : CHIP SOMODEVILLA /AFP
DEBAT PILPRES AS I Presiden AS Donald Trump berdebat dengan penantangnnya, Joe Biden calon presiden dari Partai Demokrat di Nashville, Tennessee, Kamis (22/10) waktu setempat.

TENNESSEE – Presiden Ame­rika Serikat (AS), Donald Trump, dan penantangnya, Joe Biden, terlibat debat panas soal tuduh­an korupsi dan penanganan pandemi Covid-19, dalam acara Debat Calon Presiden AS, di Nashville, Tennessee, Kamis (22/10) waktu setempat.

Namun, aspek yang paling mengejutkan dari debat pa­mungkas tersebut, ternyata de­bat berlangsung relatif lebih sopan, dibandingkan pertemu­an pertama mereka bulan lalu, ketika Trump menghabiskan sebagian besar waktunya un­tuk berteriak, mengintrupsi, dan mengejek Biden.

Kali ini, Trump memanggil lawannya itu dengan sebutan “Joe” dan bahkan memuji mo­derator debat, Kristen Welker dari NBC News, yang siap un­tuk mematikan mikrofon untuk menjaga ketertiban.

“Saya sangat menghormati cara Anda menangani ini, se­jauh ini,” kata Trump.

Perdebatan awal paling pa­nas dalam pertemuan itu ter­jadi ketika keduanya saling melancarkan tuduhan korupsi. Trump telah mengisyaratkan bahwa ia akan mencoba men­jatuhkan Biden dengan tuduh­an bahwa putranya, Hunter, terlibat dalam korupsi di Tiong­kok dan Ukraina.

Presiden berusia 74 tahun itu telah berulang kali menco­ba mengangkat masalah itu de­ngan mengatakan ada tuduhan yang serius. “Saya pikir Anda berutang penjelasan kepada rakyat Amerika,” tegasnya.

Biden membalik serangan itu, dengan mengatakan tidak ada kesalahan yang pernah di­tunjukkan oleh keluarganya. Pertanyaan serius malah mun­cul di sekitar Trump sendiri, termasuk kepemilikan reke­ning bank di Tiongkok dan ga­gal membuktikan pembayaran pajaknya.

“Apa yang mereka tahu ada­lah bahwa Anda tidak mem­bayar pajak Anda, atau Anda membayar pajak yang sangat rendah,” kata Biden, mengacu pada laporan tentang data pa­jak yang bocor, yang menun­jukkan Trump hanya memba­yar pajak penghasilan federal sebesar 750 dollar AS dalam beberapa waktu terakhir.

Ancaman Musim Dingin

Namun, senjata terkuat Biden yang kerap ia gunakan sepanjang kampanye melawan Trump adalah kritik terha­dap penanganan krisis pan­demi Covid-19, yang kini telah menewaskan sekitar 220.000 warga AS Amerika. Dia mem­peringatkan akan datangnya musim dingin yang suram.

“220.000 orang Amerika tewas. Jika Anda tidak men­dengar apa-apa lagi yang saya katakan malam ini, dengarkan ini,” kata Biden, berbicara ke­pada penonton televisi.

“Siapa pun yang bertang­gung jawab atas kematian se­banyak itu, tidak boleh tetap menjadi presiden Amerika Serikat,” ungkapnya.

Trump, yang sempat men­jalani perawatan Covid-19 di rumah sakit dan telah pulih, membalas dengan memper­tahankan pendapatnya untuk membuka kembali AS sesegera mungkin, bahkan ketika para ahli medis memperingatkan bahwa rencana itu perlu lebih dipertimbangkan.

“Kami di belokan. Kami di ti­kungan. Ini akan pergi. Kami me­miliki vaksin yang akan datang, sudah siap, akan diumumkan dalam beberapa minggu,” kata Trump.
Komentar

Tampilkan

  • Debat Capres AS Trump Soroti Kasus Korupsi Putra Biden di Tiongkok dan Ukraina
  • 0

Terkini

Topik Populer