CILEGON, (KB).- Mega proyek Dinas Pemuda dan Olah
raga (Dispora) Kota Cilegon dalam membangun sport center yang mulai
dibangun sejak 2017 lalu kembali menemui hambatan. Bangunan yang
rencananya menjadi markas klub sepak bola Cilegon United tersebut,
pembangunannya harus terdampak akibat Covid-19.
Kepala Dispora Kota Cilegon Teten Hertiyaman mengaku, pihaknya selama
pandemi tidak memiliki anggaran sepeserpun. Penyebabnya, anggaran yang
bermula dari Pemerintah Daerah (Pemda) tersebut dialihkan seluruhnya
untuk penanganan wabah virus corona.
“Saldo kami benar-benar nol rupiah, sama sekali kosong. Maka dari
itu, pembangunan sport center yang direncanakan selesai akhir tahun 2020
pun dihentikan sementara. Selain itu, penyebabnya karena masa pandemi
yang secara terpaksa menyetop tukang kami untuk membangun,” ucapnya.
Teten menyampaikan, dengan segala keterpaksaan, dirinya tetap akan mencari solusi agar pembangunan sport center tetap berjalan.
“Kalau dari prosesnya itu udah 75 persen selesai dari sisi tribun
dalam, tinggal menyisakan 25 persen untuk pembangunan lahan parkir dan
jalan akses menuju stadionnya. Bisa dilihat kan bangunan tribun selesai,
tapi masih jomplang di akses. Masa iya kami membiarkan masih di
tengah-tengah sawah tidak membuka jalan,” ujarnya.
Bahkan, Teten mengungkapkan, anggaran untuk membuat sekretariatan di lingkungan sport center pun turut terhenti.
“Kan stadion utama atlet atau sport center Kota Cilegon ini merupakan
janji saya kepada pengurus KONI, yang sebagai induk organisasi cabang
olah raga (cabor) dalam memberikan tempat kerjanya. Di tahun lalu saya
bilang, nanti mah kita rapatnya di sprot center. Eh tuhan berkehendak
lain, jadi saya mohon maaf,” katanya kepada Kabar Banten.
Disinggung soal program Dispora Kota Cilegon yang lain, Teten
menjelaskan, untuk kegiatan tahunan yang dianggap perlu dilaksanakan,
seperti Pekan Olah raga Kota (Porkot) Cilegon dan kegiatan pembinaan
atlet dalam program Pusat Latihan Cabang Olah raga Binaan (PLCOB) pun
terhenti.
“Program kami saat ini bergerak secara pembinaan saja. Untungnya,
anggaran dari Maret tahap awal sudah didistribusikan ke KONI Kota
Cilegon, karena kami tak ingin ada anggaran yang menginap di kantor,”
tuturnya.
