Iklan

Hening Cipta untuk Para Korban COVID 19

Minggu, 05 April 2020, April 05, 2020 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:12Z

Seluruh warga Tiongkok pada Sabtu (4/4) mengheningkan cipta untuk mengenang ribuan warga, staf medis dan dokter, yang tewas dalam wabah virus korona
BEIJING - Seluruh warga Tiongkok pada Sabtu (4/4) secara serempak mengheningkan cipta sebagai ungkapan berduka kepada para martir yang tewas dalam serangan wabah virus korona. Saat mengheningkan cipta, dinaikkan bendera setengah tiang serta dan semua keramaian di seluruh negeri dihentikan.
Pelaksanaan mengheningkan cipta dilakukan seiringan dengan dimulainya tradisi tahunan Ceng Beng (ritual sembahyang dan ziarah kubur) dimana jutaan keluarga Tionghoa memberikan penghormatan pada leluhur mereka. Mengheningkan cipta selama 3 menit dimulai tepat pada jam 10 pagi waktu Beijing. Selama mengheningkan cipta itu dipanjatkan doa pada staf medis dan dokter yang tewas saat menjalankan tugas di garis depan untuk membantu korban wabah virus korona.
“Di pusat pemerintahan Zhongnanhai, Presiden Xi Jinping dan para pemimpin Tiongkok lainnya juga mengheningkan cipta dihadapan bendera nasional, dimana mereka menyematkan bunga putih tanda berduka pada bagian dada baju mereka,”lapor kantor berita Xinhua pada Minggu (5/4).
“Kendaraan, kereta, dan kapal membunyikan klakson mereka dan alarm peringatan serangan udara dibunyikan secara serempak,”imbuh kantor berita itu dalam laporan pandangan matanya.
Sementara itu saat pelaksanaan mengheningkan cipta di Wuhan, ibu kota dari Provinsi Hubei yang jadi episenter wabah, semua lampu lalu lintas menyala dalam warna merah tepat pada jam 10 pagi dan semua lalu lintas terhenti selama 3 menit.
Tak hanya itu, perusahaan raksasa sosial media dan permainan daring Tencent, telah menghentikan semua aktivitas daringnya pada Sabtu sebagai bentuk ungkapan duka cita.
Menurut catatan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, ada lebih dari 3.300 orang tewas di daratan Tiongkok karena epidemi virus korona yang awal mulanya merebak di pusat Provinsi Hubei pada pengujung tahun lalu.
Sebanyak 2.567 orang tewas di Kota Wuhan yang memiliki populasi sebanyak 11 juta orang dan angka korban tewas di kota itu melingkupi 75 persen angka kematian akibat virus korona di seluruh Tiongkok.
Waspadai Asimptomatik
Karena masih khawatir atas akan adanya penyebaran wabah virus korona, otoritas di Kota Wuhan melarang aktivitas ritual Ceng Beng hingga 30 April mendatang. Mereka juga meminta warga kota yang sebagian besar masih dilarang keluar karena aturan “lockdown” untuk melaksanakan ritual Ceng Beng secara virtual lewat layanan streaming yang disediakan staf pemeliharaan kuburan secara langsung.
Sejumlah warga terlihat membakar uang kertas yang mereka percaya bisa memberikan kemakmuran bagi keluarga mereka yang telah meninggal di beranda rumah atau wilayah sekitar rumah. Menurut Komisi Kesehatan Nasional, sejak Jumat (3/4), jumlah kasus korona di Tiongkok 81.639, termasuk 19 kasus infeksi baru yang 18 diantaranya merupakan kasus impor dari luar negeri dan satu kasus lagi terjadi di Wuhan dari seorang pasien asimptomatik (yang tak menunjukkan terkena gejala virus korona). eko
Komentar

Tampilkan

  • Hening Cipta untuk Para Korban COVID 19
  • 0

Terkini

Topik Populer