Iklan

“Teyeng NdeLeng” Atasi Antrean di Rumah Sakit

Selasa, 10 September 2019, September 10, 2019 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:07Z


JAKARTA – Lama waktu tunggu pelayanan dokter menjadi permasalahan hampir di seluruh rumah sakit, khususnya rumah sa­kit milik pemerintah. Sebab, pasien harus menunggu berjam-jam untuk ber­konsultasi atau mendapat­kan pelayanan dokter.
Permasalahan ter­sebut mendorong Pemerin­tah Provinsi Jawa Tengah melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono Soekarjo membuat terobos­an guna menjamin dokter datang tepat waktu. Terobos­an tersebut bernama ‘TeLe ApIK’ atau Teyeng NdeLeng (dapat melihat) antrean pen­daftaran dan poli klinik.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pronowo, menjelaskan inovasi TeLe ApIK merupa­kan pengembangan layanan dalam jaringan (daring) yang sebelumnya pernah ada. “Da­hulu sebelum dikembangkan, layanan ini hanya pendaftaran online, sekarang ditambahkan fitur janji ketemu dengan dok­ter dan rekam medis,” ujarnya saat ditemui dalam presentasi dan Wawancara Top 99 Kom­petisi Inovasi Pelayanan Pub­lik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), ak­hir pekan lalu.
Menurut Ganjar, perbaikan layanan dokter spesialis yang di­usung oleh TeLe ApIK tersebut dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Dengan inovasi ini, para lansia, pasien dengan jarak tempuh jauh, pasien kronis dan pasien dengan waktu sempit su­dah bisa mendapatkan kepas­tian waktu layanan.
“Dengan TeLe ApIK seka­rang masyarakat yang mau berobat bisa memastikan ke­hadiran dan jadwal praktik dokter. Pasien bisa langsung mendaftar dan juga memilih dokter dalam layanan ini,” ung­kap Ganjar.
Lahirnya inovasi TeLE ApIK tidak hanya ditujukan seba­gai solusi permasalahan dan komitmen dokter spesialis di RSUD Margono Soekarjo un­tuk memulai layanan tepat waktu. Inovasi ini juga mampu menjawab tantangan lain yang dihadapi manajemen rumah sakit daerah maupun pasien, seperti masih terpisahnya sis­tem layanan antrean dengan rekam medik elektronik, la­manya waktu tunggu pemerik­saan pasien di poliklinik yang menyebabkan penumpukan jumlah pasien di ruang tunggu poliklinik, hingga rendahnya citra layanan RS pemerintah.
Efisiensi Waktu
Menurut Ganjar, dampak positif dari lahirnya TeLE ApIK tidak hanya dirasakan mana­jemen rumah sakit, tetapi juga Pemprov Jawa Tengah. Dengan berjalannya inovasi ini, mana­jemen rumah sakit mendapat­kan efisiensi waktu layanan serta adanya jaminan akun­tabilitas pelayanan, baik yang dilakukan oleh petugas medis, petugas non-medis, dan sum­ber daya lain di rumah sakit.
Sementara itu, Pemprov Jawa Tengah sebagai pemilik rumah sakit daerah, diuntung­kan dengan perbaikan citra rumah sakit daerah yang lebih baik. “Secara keseluruhan, ino­vasi ini adalah jembatan peng­hubung terjalinnya kolaborasi antara dokter, manajemen ru­mah sakit, pasien, dan peme­rintah,” tambah politisi PDI Perjuangan ini. eko/E-3
Komentar

Tampilkan

  • “Teyeng NdeLeng” Atasi Antrean di Rumah Sakit
  • 0

Terkini

Topik Populer