SERANG, (KB).- Rencana penertiban bangunan di
sepanjang bantaran Kali Mati atau Ciujung Lama di Kecamatan Pontang dan
Tirtayasa untuk proyek revitalisasi sampai saat ini belum ada kepastian.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang saat ini masih menunggu kepastian
waktu pelaksanaan pembangunan fisik dari Kementerian PUPR.
Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, penertiban proyek
Kali Mati belum dilakukan. Sebab, masih harus menunggu kepastian hasil
lelang dari Pemerintah Pusat. Sebab, kata dia, jika pascapenertiban
tidak langsung dibangun, maka akan kembali ditempati masyarakat.
Ia menjelaskan, revitalisasi Kali Mati bukan cerita baru. Sebab, pada
1981 PT Prosida sudah pernah membebaskan bangunan di sekitar Kali Mati.
“Nanti penertiban kayak dulu tahun 1981 pernah diganti rugi. Jadi,
cerita normalisasi bukan cerita baru, dulu kebijakan pusat akan
menormalkan Kali Mati akan dilebarkan 200 meter. Sudah dibebaskan oleh
PT Prosida akhirnya karena tak kunjung jadi, sehingga ditempati lagi.
Jadi, kalau sudah pasti kami action, setuju tidak setuju kami tertibkan,
karena untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menuturkan, saat ini proyek tersebut sedang dilakukan proses
lelang, sedangkan pemkab sudah mendata jumlah bangunan di sekitar Kali
Mati sebanyak 1.000 bangunan.
“Nanti kami hitung berapa nilai santunan kepada mereka. Artinya kami
akan berikan kerohiman alakadar. Bukan ganti rugi, karena ini tanah
negara yang akan dipakai negara untuk mereka. Berapa nilai berdasarkan
appraisal,” ucapnya.
Ia mengatakan, dana kerohiman tersebut, sudah dianggarkan di dana
cadangan tahun 2020. “Kami tunggu sen dari sana (pusat), action mau
dilaksanakan misal Oktober satu bulan sebelum itu kami benahi. Jadi,
tunggu sein dari sana,” tuturnya.
Sementara, pada Sabtu (7/9/2019) satu unit alat berat diturunkan di
Jalan Ciptayasa tepatnya di Persimpangan Pontang. Alat berat tersebut
diturunkan dipinggir jalan, sehingga sempat mengganggu aktivitas lalu
lintas.
Warga setempat Imron Nawawi menuturkan, alat berat tersebut diduga
milik perusahaan yang akan melakukan revitalisasi Sungai Ciujung Lama.
“Ada yang nurunin alat berat sembarangan di pinggir jalan, sehingga
terjadi kemacetan di sini. Alat berat tersebut punya perusahaan yang mau
melakukan normalisasi Sungai Ciujung,” katanya.
Akibat dari peristiwa tersebut, kemacetan panjang tak terhindarkan.
Bahkan, kemacetan tersebut, mencapai kurang lebih satu kilometer dari
semua arah. Ia mengatakan, warga setempat menginginkan pelaksanaan
revitalisasi Sungai Ciujung Lama sesuai dengan harapan masyarakat Serang
Utara.
