SERANG, (KB).- Kontestasi jelang Pemilihan kepala
daerah (Pilkada) serentak 2020 di Provinsi Banten mulai ramai. Selain
para bakal calon (bacalon) yang ramai bermunculan, partai politik
(parpol) juga sudah mulai membuka pendaftaran calon kepala daerah.
Para bakal calon yang terasa cukup ramai dirasakan dari Kabupaten
Serang sebagai salah satu dari empat daerah di Banten yang akan
menyelenggarakan Pilkada serentak 2020. Kontestasi politik Pilkada
Serang 2020 yang diprediksi sepi figur, justru berpeluang perang
bintang, dengan beredarnya nama-nama besar berpengalaman dalam bursa
calon Bupati Serang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah parpol mulai menggodok
kader internal dan eksternal. Dari kalangan mantan birokrat dan
akademisi, di antaranya mencuat nama mantan Sekda Banten Ranta Soeharta
dan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Lili Romli.
Dari kalangan politisi, di antaranya muncul nama politisi senior PKS
Najib Hamas dan putra mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman (ATN),
Eki Baihaki yang tercatat sebagai politisi Partai Demokrat serta Sopwan
dari Partai Gerindra.
Belakangan, muncul mantan calon Wali Kota Serang dari jalur
independen Samsul Hidayat, yang mengisyaratkan siap untuk maju pada
Pilkada Kabupaten Serang. Hal itu menyusul banyaknya dorongan dari
berbagai elemen masyarakat.
Samsul mengaku banyak pihak yang secara langsung maupun tidak
langsung mendorongnya untuk maju. Mulai dari tokoh agama, tokoh
masyarakat, tokoh pemuda dan relawan Buya yang pernah menyukseskannya
pada Pilkada Kota Serang lalu.
Atas dasar itu, mantan guru SMP itu mengisyaratkan siap untuk maju
dengan mengusung semangat perubahan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Dengan niat pengabdian yang setinggi-tingginya kepada Allah SWT dan
kepada seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Serang saya siap jika
memang hal ini menjadi kemaslahatan bagi masyarakat,” kata tokoh muda
itu kepada Kabar Banten, Ahad (8/9/2019).
Ia menuturkan, kesiapannya untuk maju pada Pilkada Kabupaten Serang
karena melihat kondisi Kabupaten Serang yang tidak ada perubahan,
ketimpangan sosial masih tampak nyata dan persoalan lainnya seperti
pengangguran dan pendidikan. “Maka dengan itu insya Allah niat kami
ingin melakukan perubahan yang lebih baik,” tutur Ketua Umum Persatuan
Buya Cahaya Indonesia (PBCI) itu.
Menurut Sekretaris PBCI Alit Mahesa mengatakan, saat ini pihaknya
terus menggalang konsolidasi, koordinasi dan komunikasi dengan berbagai
pihak terkait rencana tersebut. Sehingga, belum bisa dipastikan apakah
akan maju menggunakan jalur perorangan seperti pada Pilkada Kota Serang
atau melalui jalur partai politik. “Terkait jalur yang hendak dipilih
sampai saat ini belum ditentukan, karena ini memang masih awal dan masih
pada tahapan konsolidasi,” ucapnya.
Dari partai politik (parpol), Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
memunculkan kader internal Najib Hamas, yang memperoleh suara terbanyak
hasil Pemilihan Umun Internal (PUI). Sebagai peraih suara terbanyak,
Najib akan diajukan ke DPP PKS untuk diusung dalam Pilkada Kabupaten
Serang 2020.
Kader internal
Ketua DPD PKS Kabupaten Serang Mansur Barmawi mengatakan, dari lima
calon yang diusulkan adalah Ei Nurul Khotimah, Mansur Barmawi, Najib
Hamas, Gembong R Sumedi dan KH. Sadeli Karim, Lc. Najib Hamas mendapat
suara terbanyak dari internal. “Pak Najib muncul dari internal, sudah
fix,” ujarnya, Jumat (6/9/2019).
Bukan hanya PKS, Partai Amanat Nasional (PAN) juga akan memunculkan
kader internal untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Serang 2020. “Kami
akan mengusung kader internal. Insya Allah kami optimistis bisa
mengusung kader internal,” tutur Ketua DPP PAN Yandri SUsanto yang
ditemui saat menghadiri acara di Kota Serang, belum lama ini.
Bukan hanya di Kabupaten Serang, genderang Pilkada juga mulai ditabuh
di Kota Cilegon. Selain membuka pendaftaran calon kepala daerah, parpol
juga mulai menyiapkan langkah untuk menghadapi Pilkada Kota Cilegon
yang tahapannya akan dimulai Oktober mendatang.
Salah satunya adalah Partai Demokrat, yang tidak akan menjadi partai
pendukung seperti pada Pilkada Kota Cilegon sebelumnya. Partai
berlambang mercy itu optimistis akan digunakan untuk mendorong calon
wali kota.
“Ada beberapa faktor yang mendorong kami untuk serius di Pilkada
Cilegon. Salah satunya, nakhoda Kota Cilegon kan sedang tidak ada. Nah,
ini momentum yang langka. Siapa tahu ada jodoh, lalu kami bisa usung
calon,” kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Banten Eko Susilo, di
sela-sela acara Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC Partai Demokrat
Cilegon, di salah satu restoran Kota Cilegon, Ahad (8/9/2019).
Menurut Eko, ada sejumlah faktor yang membuat pihaknya all out pada
Pilkada Cilegon 2020. Menurut Eko, faktor lainnya adalah datang sejumlah
tokoh dari Kota Cilegon untuk meminang Partai Demokrat. Hanya saja, Eko
enggan membeberkan. “Saya tidak mau sebut merek, ini kan masih lelang,
yang pasti sudah ada yang berdatangan. Kecuali yang perempuan, itu belum
datang,” ujarnya.
Saat ini, kata Eko, pihaknya sedang memilah mana yang akan dipilih
oleh Partai Demokrat. Meski hanya memiliki dua kursi legislatif, namun
Eko optimistis bisa maju sebagai partai pengusung. “Meskipun hanya dua
kursi, tapi kami yakin bisa jadi pengusung. Demokrat gitu loh,”
tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Cilegon Rahmatulloh
mengatakan telah mendapatkan instruksi untuk membuat kelompok kerja
penjaringan wali kota dan wakil wali kota untuk Pilkada Cilegon 2020.
“Dalam waktu dekat ini, kami akan buka penjaringan. Sudah ada perintah
masalahnya,” ucapnya.
Di sisi lain, pihaknya pun terus memantau perkembangan politik
pilkada. Sejumlah nama yang berpontensi maju pada pilkada nanti telah
diserahkan kepada DPD Partai Demokrat Banten, juga DPP Partai Demokrat.
“Kami juga terus memantau, perkembangannya seperti apa. Nama-nama pun
sudah kami serahkan. Intinya target kami memang menjadi partai
pengusung,” tuturnya.
Buka penjaringan
Bukan hanya Partai Demokrat, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kota Cilegon akan membuka pendaftaran
dan penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon pada
Pilkada 2020 yang dimulai Senin (9/9/2019) hari ini hingga Sabtu (14/9).
Pendaftaran dan penjaringan tersebut terbuka untuk putra-putri terbaik
Kota Cilegon.
“Kepada putra putri terbaik Kota Cilegon yang ingin mengabdi,
memperbaiki dan memajukan Kota Cilegon sebagai calon wali kota atau
wakil wali kota melalui PDI Perjuangan, silakan mendaftar di Sekretariat
DPC PDIP Kota Cilegon,” kata Ketua Penjaringan DPC PDIP Kota Cilegon
Tb.Amri Wardhana.
Dia mengatakan, penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota
Cilegon dilakukan lebih awal. Sebab, pihaknya memberikan kesempatan
yang sama tanpa ada perlakuan khusus sesuai instruksi dari Dewan
Pimpinan Pusat (DPP).
“Boleh mendaftar sebagai bakal wali kota, boleh sebagai bakal wakil
wali kota, boleh dua-duanya dan boleh juga berpasangan. Kami akan proses
dan bakal calon yang dari PDIP ini seleksinya agak ketat. Sebab, kami
ingin memperoleh calon-calon pemimpin yang betul-betul membangun Kota
Cilegon untuk semua,” ujarnya.
Bukan hanya di Kota Cilegon, DPC PDIP Pandeglang juga membuka
pendaftaran dan penjaringan calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang.
Pembukaan pendaftaran dan penjaringan tersebut sesuai dengan Keputusan
DPC PDIP Pandeglang ini tertuang dalam Surat Nomor 001/KPTS.DPC/IX/2019
yang ditandatangani Ketua DPC PDIP Yadi Murodi dan Sekretarisnya Saiful
Bachri.
“Terbitnya SK tim penjaringan ini, juga menandai dibukanya masa
penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati oleh PDIP Pandeglang,”
ucap Ketua tim penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati pada
Pilkada Kabupaten Pandeglang 2020 Deden Hertandi.
Menurut Deden, pembukaan penjaringan bakal calon bupati dan wakil
bupati dibuka secara umum mulai dari tanggal 11 sampai dengan 18
September 2019. Setelah berkas diterima tim penjaringan, hasilnya akan
diserahkan ke DPD tanggal 20 kemudian ke DPP tanggal 23 September 2019.
“Karena PDIP cukup konsen menghadapi Pilkada 2020 dan SK penjaringan
sudah terbit dan sedang kami sosialisasikan. Kami buka pendaftaran ini
secara umum untuk bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang,” kata
Deden.
Untuk itu, kata Deden, pihaknya mempersilakan kepada semua kalangan
termasuk kader internal yang memiliki kemampuan dan sumber daya serta
komitmen mengabdi kepada masyarakat Pandeglang mendaftar melalui PDIP.
“Karena, kami tidak membatasi jumlah pendaftar. Yang sesuai kriteria
yang ditetapkan DPC PDIP dipersilakan mendaftar,” tuturnya.
Menurut Sekretaris DPC PDIP Pandeglang Syaeful Bachri, pihaknya
menjamin rekomendasi tersebut tidak akan menyimpang dari hasil
penjaringan. “Jadi intinya begini, hasil penjaringan ini, misalkan ada
tiga calon. Tentunya akan kita sampaikan ke DPD dan ke DPP. Tentunya,
DPP juga akan merekomendasikan hasil dari penjaringan salah satunya yang
telah kami. Sebab, DPP juga tidak akan memberikan rekomendasi bukan
hasil dari penjaringan yang kita lakukan,” ujarnya.
