Iklan

Parpol Mulai Buka Pendaftaran, Kontestasi Pilkada 2020 di Banten Mulai Ramai

Senin, 09 September 2019, September 09, 2019 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:44Z


SERANG, (KB).- Kontestasi jelang Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 di Provinsi Banten mulai ramai. Selain para bakal calon (bacalon) yang ramai bermunculan, partai politik (parpol) juga sudah mulai membuka pendaftaran calon kepala daerah.
Para bakal calon yang terasa cukup ramai dirasakan dari Kabupaten Serang sebagai salah satu dari empat daerah di Banten yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak 2020. Kontestasi politik Pilkada Serang 2020 yang diprediksi sepi figur, justru berpeluang perang bintang, dengan beredarnya nama-nama besar berpengalaman dalam bursa calon Bupati Serang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah parpol mulai menggodok kader internal dan eksternal. Dari kalangan mantan birokrat dan akademisi, di antaranya mencuat nama mantan Sekda Banten Ranta Soeharta dan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Lili Romli.
Dari kalangan politisi, di antaranya muncul nama politisi senior PKS Najib Hamas dan putra mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman (ATN), Eki Baihaki yang tercatat sebagai politisi Partai Demokrat serta Sopwan dari Partai Gerindra.
Belakangan, muncul mantan calon Wali Kota Serang dari jalur independen Samsul Hidayat, yang mengisyaratkan siap untuk maju pada Pilkada Kabupaten Serang. Hal itu menyusul banyaknya dorongan dari berbagai elemen masyarakat.
Samsul mengaku banyak pihak yang secara langsung maupun tidak langsung mendorongnya untuk maju. Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan relawan Buya yang pernah menyukseskannya pada Pilkada Kota Serang lalu.
Atas dasar itu, mantan guru SMP itu mengisyaratkan siap untuk maju dengan mengusung semangat perubahan dan pengabdian kepada masyarakat. “Dengan niat pengabdian yang setinggi-tingginya kepada Allah SWT dan kepada seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Serang saya siap jika memang hal ini menjadi kemaslahatan bagi masyarakat,” kata tokoh muda itu kepada Kabar Banten, Ahad (8/9/2019).
Ia menuturkan, kesiapannya untuk maju pada Pilkada Kabupaten Serang karena melihat kondisi Kabupaten Serang yang tidak ada perubahan, ketimpangan sosial masih tampak nyata dan persoalan lainnya seperti pengangguran dan pendidikan. “Maka dengan itu insya Allah niat kami ingin melakukan perubahan yang lebih baik,” tutur Ketua Umum Persatuan Buya Cahaya Indonesia (PBCI) itu.
Menurut Sekretaris PBCI Alit Mahesa mengatakan, saat ini pihaknya terus menggalang konsolidasi, koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait rencana tersebut. Sehingga, belum bisa dipastikan apakah akan maju menggunakan jalur perorangan seperti pada Pilkada Kota Serang atau melalui jalur partai politik. “Terkait jalur yang hendak dipilih sampai saat ini belum ditentukan, karena ini memang masih awal dan masih pada tahapan konsolidasi,” ucapnya.
Dari partai politik (parpol), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memunculkan kader internal Najib Hamas, yang memperoleh suara terbanyak hasil Pemilihan Umun Internal (PUI). Sebagai peraih suara terbanyak, Najib akan diajukan ke DPP PKS untuk diusung dalam Pilkada Kabupaten Serang 2020.
Kader internal
Ketua DPD PKS Kabupaten Serang Mansur Barmawi mengatakan, dari lima calon yang diusulkan adalah Ei Nurul Khotimah, Mansur Barmawi, Najib Hamas, Gembong R Sumedi dan KH. Sadeli Karim, Lc. Najib Hamas mendapat suara terbanyak dari internal. “Pak Najib muncul dari internal, sudah fix,” ujarnya, Jumat (6/9/2019).
Bukan hanya PKS, Partai Amanat Nasional (PAN) juga akan memunculkan kader internal untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Serang 2020. “Kami akan mengusung kader internal. Insya Allah kami optimistis bisa mengusung kader internal,” tutur Ketua DPP PAN Yandri SUsanto yang ditemui saat menghadiri acara di Kota Serang, belum lama ini.
Bukan hanya di Kabupaten Serang, genderang Pilkada juga mulai ditabuh di Kota Cilegon. Selain membuka pendaftaran calon kepala daerah, parpol juga mulai menyiapkan langkah untuk menghadapi Pilkada Kota Cilegon yang tahapannya akan dimulai Oktober mendatang.
Salah satunya adalah Partai Demokrat, yang tidak akan menjadi partai pendukung seperti pada Pilkada Kota Cilegon sebelumnya. Partai berlambang mercy itu optimistis akan digunakan untuk mendorong calon wali kota.
“Ada beberapa faktor yang mendorong kami untuk serius di Pilkada Cilegon. Salah satunya, nakhoda Kota Cilegon kan sedang tidak ada. Nah, ini momentum yang langka. Siapa tahu ada jodoh, lalu kami bisa usung calon,” kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Banten Eko Susilo, di sela-sela acara Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC Partai Demokrat Cilegon, di salah satu restoran Kota Cilegon, Ahad (8/9/2019).
Menurut Eko, ada sejumlah faktor yang membuat pihaknya all out pada Pilkada Cilegon 2020. Menurut Eko, faktor lainnya adalah datang sejumlah tokoh dari Kota Cilegon untuk meminang Partai Demokrat. Hanya saja, Eko enggan membeberkan. “Saya tidak mau sebut merek, ini kan masih lelang, yang pasti sudah ada yang berdatangan. Kecuali yang perempuan, itu belum datang,” ujarnya.
Saat ini, kata Eko, pihaknya sedang memilah mana yang akan dipilih oleh Partai Demokrat. Meski hanya memiliki dua kursi legislatif, namun Eko optimistis bisa maju sebagai partai pengusung. “Meskipun hanya dua kursi, tapi kami yakin bisa jadi pengusung. Demokrat gitu loh,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Cilegon Rahmatulloh mengatakan telah mendapatkan instruksi untuk membuat kelompok kerja penjaringan wali kota dan wakil wali kota untuk Pilkada Cilegon 2020. “Dalam waktu dekat ini, kami akan buka penjaringan. Sudah ada perintah masalahnya,” ucapnya.
Di sisi lain, pihaknya pun terus memantau perkembangan politik pilkada. Sejumlah nama yang berpontensi maju pada pilkada nanti telah diserahkan kepada DPD Partai Demokrat Banten, juga DPP Partai Demokrat. “Kami juga terus memantau, perkembangannya seperti apa. Nama-nama pun sudah kami serahkan. Intinya target kami memang menjadi partai pengusung,” tuturnya.
Buka penjaringan
Bukan hanya Partai Demokrat, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kota Cilegon akan membuka pendaftaran dan penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon pada Pilkada 2020 yang dimulai Senin (9/9/2019) hari ini hingga Sabtu (14/9). Pendaftaran dan penjaringan tersebut terbuka untuk putra-putri terbaik Kota Cilegon.
“Kepada putra putri terbaik Kota Cilegon yang ingin mengabdi, memperbaiki dan memajukan Kota Cilegon sebagai calon wali kota atau wakil wali kota melalui PDI Perjuangan, silakan mendaftar di Sekretariat DPC PDIP Kota Cilegon,” kata Ketua Penjaringan DPC PDIP Kota Cilegon Tb.Amri Wardhana.
Dia mengatakan, penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon dilakukan lebih awal. Sebab, pihaknya memberikan kesempatan yang sama tanpa ada perlakuan khusus sesuai instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Boleh mendaftar sebagai bakal wali kota, boleh sebagai bakal wakil wali kota, boleh dua-duanya dan boleh juga berpasangan. Kami akan proses dan bakal calon yang dari PDIP ini seleksinya agak ketat. Sebab, kami ingin memperoleh calon-calon pemimpin yang betul-betul membangun Kota Cilegon untuk semua,” ujarnya.
Bukan hanya di Kota Cilegon, DPC PDIP Pandeglang juga membuka pendaftaran dan penjaringan calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang. Pembukaan pendaftaran dan penjaringan tersebut sesuai dengan Keputusan DPC PDIP Pandeglang ini tertuang dalam Surat Nomor 001/KPTS.DPC/IX/2019 yang ditandatangani Ketua DPC PDIP Yadi Murodi dan Sekretarisnya Saiful Bachri.
“Terbitnya SK tim penjaringan ini, juga menandai dibukanya masa penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati oleh PDIP Pandeglang,” ucap Ketua tim penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Kabupaten Pandeglang 2020 Deden Hertandi.
Menurut Deden, pembukaan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati dibuka secara umum mulai dari tanggal 11 sampai dengan 18 September 2019. Setelah berkas diterima tim penjaringan, hasilnya akan diserahkan ke DPD tanggal 20 kemudian ke DPP tanggal 23 September 2019.
“Karena PDIP cukup konsen menghadapi Pilkada 2020 dan SK penjaringan sudah terbit dan sedang kami sosialisasikan. Kami buka pendaftaran ini secara umum untuk bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang,” kata Deden.
Untuk itu, kata Deden, pihaknya mempersilakan kepada semua kalangan termasuk kader internal yang memiliki kemampuan dan sumber daya serta komitmen mengabdi kepada masyarakat Pandeglang mendaftar melalui PDIP. “Karena, kami tidak membatasi jumlah pendaftar. Yang sesuai kriteria yang ditetapkan DPC PDIP dipersilakan mendaftar,” tuturnya.
Menurut Sekretaris DPC PDIP Pandeglang Syaeful Bachri, pihaknya menjamin rekomendasi tersebut tidak akan menyimpang dari hasil penjaringan. “Jadi intinya begini, hasil penjaringan ini, misalkan ada tiga calon. Tentunya akan kita sampaikan ke DPD dan ke DPP. Tentunya, DPP juga akan merekomendasikan hasil dari penjaringan salah satunya yang telah kami. Sebab, DPP juga tidak akan memberikan rekomendasi bukan hasil dari penjaringan yang kita lakukan,” ujarnya.
Komentar

Tampilkan

  • Parpol Mulai Buka Pendaftaran, Kontestasi Pilkada 2020 di Banten Mulai Ramai
  • 0

Terkini

Topik Populer