SERANG – Kementerian Ketenagakerjaan melalui Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang akan
menganggarkan program padat karya dan Balai Latihan Kerja (BLK) berbasis
pesantren Kota Serang. Tepatnya di pesantren pondok Ar-Rahman
Lingkungan Tinggar, Kelurahan Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang.
Program tersebut dilakukan untuk meningkatkan SDM unggul serta
mengentaskan pengangguran Kota Serang. Terlebih lagi program tersebut
baru pertama kali dilaksanakan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota
Serang, Ahmad Benbela mengatakan bahwa program tersebut merupakan
aspirasi langsung oleh DPR RI kemudian diakses Kementerian
Ketenagakerjaan.
“Harus ada yang mengajukan anggaran untuk membangun BLK untuk santri
di lingkungan pondok pesantren Ar-Rahman,”ujarnya, Selasa(10/9/2019).
Namun ajuan tersebut sudah disetujui oleh Kementerian Ketenagakerjaan
ditambah lagi BLK Pesantren Ar-Rahman tersebut sudah dibangun. “Sudah
disetujui bahkan Pemerintah pusat langsung datang untuk meletakkan batu
pertama kali di Ar-Rahman,” ucapnya
Lanjut Benbela, ia berharap dengan adanya BLK untuk santri tersebut
mampu melengkapi pendidikan serta untuk meningkatkan kemampuan (skill)
para santri. “Nanti ada pembekalan untuk santri agar lebih paham,
pembekalan tersebut berbagai macam,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah pusat menganggarkan program padat karya
tersebut sebesar Rp150 juta. Ia berharap dengan adanya program tersebut
dapat dilakukan dengan baik.
“Mudah-mudahan dapat anggaran tersebut digunakan sebaik mungkin agar ke depan Pemerintah Pusat dapat menambah anggaran tersebut,” ujarnya.
“Mudah-mudahan dapat anggaran tersebut digunakan sebaik mungkin agar ke depan Pemerintah Pusat dapat menambah anggaran tersebut,” ujarnya.
Ditambah lagi di lingkungan yang sama masyarakat sekitar dapat
dipekerjakan untuk mengerjakan padat karya seperti memperbaiki jalan
rusak dan lain-lain “Pekerjaan tersebut dibayar oleh Pemerintah pusat,
jadi masyarakat ada aktivitas,” ujarnya.
Kalau pun pondok pesantren hanya saja mendapatkan fasilitas dari
hasil padat karya tersebut misal akses menuju pesantren santri dan
santriwati dapat ditempuh dengan pengendara roda empat. “Intinya membuka
akses jalan untuk santri,” ujarnya
Sementara Walikota Serang, Syafrudin mengatakan dengan adanya program
tersebut pihaknya mendukung karena untuk meningkatkan SDM dan
mengurangi pengangguran. “Kalau emang itu bagus, saya kira itu positif
saya mendukung program tersebut,” ujarnya.
Syafrudin berharap program tersebut apabila sudah dianggarkan dapat
terealisasi ditahun 2020. “Semoga terealisasi di tahun 2020,” ujarnya.
