![]() |
| Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik saat berbincang dengan pimpinan Ponpes Nurul Hikmah Pasar Kemis Kabupaten Tangerang |
TANGERANG-Kepala Unit Pelayanan Teknis Laboratorium Lingkungan DLHK Kabupaten
Tangerang Diah Marlianah mengatakan air bersih di sekitar Pondok
Pesantren Nurul Hikmah di kecamatan Pasar Kemis, tempat belasan santri
keracunan ternyata beberapa unsur melebihi baku mutu. “Ada 4 unsur yang
melebihi baku mutu air yaitu colifrom, ecoli, florida, dan kesadahan,”
ujarnya (Selasa, 23/9/2019).
Diah mengatakan sampel air yang diperiksa diambil dari empat titik
lingkungan Pondok Pesantren Nurul Hikham yakni, dua titik berasal dari
pondok, satu titik berasal dari aliran irigasi dekat pondok pesantren
dan titik yang terakhir dari aliran sungai Cirarab.
Diah menjelaskan, Kandungan bakteri colifrom di rumah pimpinan pondok
79 MPN/1000 ml dan sumur santri 1600 MPN/1000 ml, sedangkan menurut
baku mutu 50 MPN/1000 ml.
Sementara, untuk kandungan bakteri ecoli di rumah pimpinan pondok
sebesar 49 MPN/1000 ml dan disumur santri sebesar 920 MPN/1000 ml,
sedangkan menurut baku mutu 0 MPN/1000 ml,” paparnya.
“Kandungan senyawa kimia florida air di rumah pimpinan pondok 3,06
mg/L dan air di sumur santri 2,19 mg/L, sedangkan menurut baku mutu 1,5
mg/L. Untuk kesadahan sebagai CaCo3 air di rumah pimpinan pondok 1338
mg/L, dan di sumur santri 132 mg/L, sedangkan menurut baku mutu 500
mg/L,” katanya.
Untuk hasil pengecekan badan air di saluran irigasi dan Sungai
Cirarab, lanjut Diah kandungan Belerang H2s di irigasi 0,086, mg/L dan
Sungai Cirarab 0,056, sedangkan baku mutu 0,002 mg/L. Kandungan
Biological Oxygen Demand (BOD) pada irigasi 27,1 mg/L dan Sungai Cirarab
24,2 mg/L, sedangkan baku mutu 3 mg/L.
Sedangkan, untuk kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) di irigasi 73
mg/L dan Sungai Cirarab 62 mg/L, sedangkan baku mutu 25 mg/L. Untuk
kandungan Dissolved Oxygen (DO) aliran irigasi 1 mg/L dan Sungai Cirarab
2 mg/L. Sedangkan nilai mininal baku mutu 4 mg/L berarti DO kurang
baik.
Kemudian kata dia, kandungan Khlorida bebas aliran irigasi 0,32 mg/L
dan di Sungai Cirarab 0,47 mg/L, sedangkan baku mutu 0,03 mg/L.
Kandungan Senyawa Fenol sebagai fenol di aliran irigasi 38 mg/L dan
Sungai Cirarab 50 mg/L, sedangkan baku mutu 1 mg/L.
“Untuk kandungan total fosfat sebagai P di aliran irigasi 1,27 mg/L
dan Sungai Cirarab 1,15 mg/L, sedangkan baku mutu 0,2 mg/L,” kata Diah.Namun dia, tidak menjelaskan apakah hasil pemeriksaan sampel air ini ada hubungannya dengan keracunan para santri yang sudah terjadi dua kali tersebut.
