Iklan

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Bedah Ratusan Rumah tak Layak Huni

Sabtu, 31 Agustus 2019, Agustus 31, 2019 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:17Z
 
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melakukan sentuhan kecil namun penuh makna. Salah satunya, merenovasi ratusan rumah warga yang sudah tidak layak huni. Dia hanya ingin sekali melihat masyarakat hidup bahagia. 
Pagi itu di Pendopo Bupati Serang, Banten. Serasa mendapat siraman rohani. Ayat-ayat Alquran menghiasi dinding. Menjadi pengingat agar kita senantiasa berbuat kebajikan. Juga soal ayat-ayat tentang kewajiban seorang pemimpin menjalankan amanah.
’’Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan mereka lah orang-orang yang beruntung.’’
Begitu bunyi salah satu ayat suci yang dikutip dari Alquran Surat Ali Imran ayat 104. Ayat itu terpampang dalam sebuah pigura besar dengan bingkai keemasan.
Selain itu, terpampang lukisan dan potret wajah pemimpin Serang sejak 1816. Mulai Pangeran Mudzafar Adi Santika hingga Taufik Nuriman, Bupati Serang yang menjabat pada periode 2005-2015.
Sembari melihat-melihat seluruh isi ruangan, tak lama, seorang perempuan berkaca mata, mengenakan kemeja putih, dengan hijab merah masuk ruangan.
Dialah Ratu Tatu Chasanah atau lebih akrab dipanggil Tatu atau Bunda. ’’Permisi ini jadwalnya padat. Punten ini. Tadi saya pertemuan dengan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah). Kemudian diajak sarapan dengan Pak Kapolda, jadi saya menemani beliau dulu,’’ ujar perempuan kelahiran Serang, 23 Juli 1967 itu.
Sembari membuka percakapan, Tatu menawarkan untuk meminum teh hangat. ’’Silakan. Santai saja,’’ ucap perempuan yang memimpin Kabupaten Serang sejak 17 Februari 2016 itu.
Di tengah jadwalnya yang padat, Ratu Tatu meluangkan waktunya berbagi pengalaman dengan  pada Rabu, 14 Agustus 2019 lalu. Meski sebentar, dia banyak bercerita mengenai perkembangan kabupaten yang berada di ujung barat laut, Pulau Jawa. Mulai perkembangan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, hingga ketersediaan kesehatan.
Adik kandung mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, ini memulai pembicaraan mengenai kondisi Kabupaten Serang. Setelah Banten melalukuan pemekaran dari Jawa Barat pada 2000 lalu, kantor pemerintahan memang masih berada di Kota Serang.
Pendopo tempat pertemuan sejatinya berada di dalam administrasi ibu kota Provinsi Banten. Sebab, untuk membuat kantor bupati yang baru, butuh biaya besar. Apalagi kondisi keuangan atau anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) mengalami efisiensi.
Sejak menjabat Bupati, Ratu Tatu lebih memprioritaskan kas pemerintah daerah pada tiga hal, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pada 2019 saja, APBD Kabupaten Serang hanya Rp3,043 triliun.
Wajar jika Ratu Tatu sangat berhati-hati dalam menyusun program belanja pemerintah. Dia menyebut, belanja kendaraan dinas bahkan harus dihentikan. Alhasil, banyak mobil kepala dinas mogok karena sudah tua. Dia pun meminta maaf kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja membantunya di pemerintahan. Dirinya merasa tidak enak.’Keuangannya ketat banget. Saya tidak enak dengan kepala dinas. Saya tahu kok, Pak Kadis dan Bu Kadis mau mengerjakan untuk masyarakat. Tapi memang prioritas kita di pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,’’ beber perempuan yang memiliki gelar Magister Akuntansi dari Universitas Pancasila, Jakarta.
Kondisi geografis Kabupaten Serang sangat luas. Yaitu 1.734,28 kilometer per segi. Luas itu dibagi ke dalam 29 kecamatan dan 362 desa dengan penduduk berjumlah 1.493.591 jiwa. Semua wilayah itu memiliki hak sama dalam mendapatkan hak warga negara, seperti infrastruktur, pemerataan pendidikan, dan akses kesehatan yang mudah dijangkau.
’’Dulu jalan di mana-mana rusak. Sekarang sedikit demi sedikit kami perbaiki. Pendidikan juga, budaya membaca masyarakat masih rendah dan manual. Ditambah, ASN kita, lebih dari 6.000 orang adalah guru. Jadi memang perhatian utama kami pada tiga hal tersebut,” ucapnya.
Ratu Tatu sadar tidak bisa menyelesaikan pekerjaan rumah sendiri. Dibutuhkan kerja keras dari ASN serta partisipasi masyarakat untuk membangun Kabupaten Serang sesuai visi dan misi yang dituangkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Untuk itu, ibu tiga anak ini melakukan sentuhan kecil namun penuh makna yang dapat dilakukannya langsung kepada masyarakat. Contoh nyata, adalah memberikan beasiswa kepada 88 mahasiswa pada 2019 ini. Serta memperbaiki atau merenovasi rumah warga yang sudah tidak layak huni, agar lebih nyaman ditempati sebanyak 450 unit menggunakan APDB Kabupaten Serang 2019.
Semua itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan menumbuhkan harapan kepada warganya. Secercah harapan itu, menambah semangat Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten ini.
”Apalagi masyarakat ada yang tidak punya rumah layak. Dalam hati saya sedih sekali melihat hal tersebut. Ingin sekali melihat masyarakat hidup bahagia,” harap dia.
Ratu Tatu sadar. Belum banyak yang bisa diberikan kepada masyarakat. Namun, dia tetap terbuka dengan segala keluhan warga. Pesan itu kerap dikirim melalui WhatsApp (WA). Tidak terhitung lagi, berapa banyak grup WA, yang ada dirinya di dalam sana. Sampai-sampai, pesan ketiga anaknya saja tidak terbaca, karena terlalu banyak percakapan pada grup WA.
’’Pengin sekali rasanya keluar. Tapi nggak bisa. Karena itu kan aspirasi masyarakat. Tapi saya juga malas menggunakan dua nomor, karena satu handphone saja, sudah repot,” canda dia berusaha untuk membuat perbincangan tetap santai.
Untuk itu, dia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Serang. Sehingga tercipta chemistry antara pemerintah dan masyarakat. Melalui hubungan yang baik, dia meyakini akan sangat mudah, membangun daerah menjadi maju.
’’Contoh saja Jogja, karena masyarakat dan pemimpinnya, memiliki ikatan sama. Kami berharap masyarakat juga paham kondisi tersebut. Juga terbangun hubungan baik, sehingga dapat membangun Kabupaten Serang menjadi daerah maju,” tuturnya.
Rasa optimistis itu diharapkan tumbuh bersama harapan yang terus disemainya. Terlebih, tujuannya menjadi bupati adalah mengabdi kepada masyarakat. Susah dan senang pun dijalaninya, tanpa merasa menjadi beban. Bahkan, hal itu menjadi api semangat yang terus dikobarkannya demi membangun Kabupaten Serang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
’’Sudah menanggung basah. Karena susahnya masyarakat, adalah susahnya saya juga. Karena sudah menjadi satu bagian dari masyarakat,’’ tuturnya.
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten ini pun berharap, ada banyak pihak yang dapat berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Serang. Sehingga, visi dan misi, dapat dicapai bersama-sama.
Komentar

Tampilkan

  • Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Bedah Ratusan Rumah tak Layak Huni
  • 0

Terkini

Topik Populer