SERANG, (KB).- Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran
(LPTQ) Provinsi Banten akan menggelar rapat koordinasi dan silaturrahim
pengurus, Selasa (28/5/2019). Pada momentum tersebut sekaligus digelar
penutupan khataman Alquran.
Ketua Harian LPTQ Banten, Prof. Dr. KH. HE. Syibli Syarjaya
mengatakan, dipilihnya Masjid Agung Sultan Hasanudin Banten sebagai
tempat silaturrahim, sebab setiap Kamis malam LPTQ menggelar khataman
Alquran di kawasan ziarah tersebut.
“Alhamdulillah, selama ini LPTQ rutin menggelar hataman Alquran
setiap Kamis malam di Masjid Agung Banten Lama,” kata Prof. Syibli.
Menurut Prof. Syibli, dijadikannya Masjid Agung Banten Lama sebagai
tempat khataman Alquran karena atas arahan Gubernur Banten Wahidin Halim
dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, serta Kepala Biro Kesra Irvan
Santoso.
LPTQ Banten, kata Prof. Syibli, langsung menyambut anjuran tersebut.
Sebab selain Banten Lama memiliki nilai historis, juga Pemprov Banten
sedang konsentrasi menata Banten Lama.
“Pak Gubernur ingin, agar setiap peziarah masuk kawasan Banten Lama
maka yang didengar pertama kali adalah suara lantunan Alquran. Insya
Allah LPTQ Banten akan mewujudkan harapan tersebut,” katanya.
Terkait rakor LPTQ, Prof. Syibli menyebutnya sebagai momentum yang
strategis. Selain bersamaan dengan Ramadan, kegiatan itu juga untuk
membahas berbagai hal terkait program LPTQ Banten 2019. Program
terdekat, pasca Idul Fitri akan digelar STQ Nasional di Pontianak.
“Banyak hal yang akan dibahas dalam rakor, termasuk soal persiapan dan kesiapan STQ Nasional,” katanya.
Intinya, tegas Prof. Syibli, Banten harus mempersiapkan secara
maksimal peserta yang akan dikirim ke STQ Nasional. “Kalau sudah ikhtiar
maksimal, maka hasilnya diserahkan kepada Allah,” katanya.
Sementara itu, KH. Mi’roj Alhafiz mengaku senang ia dan
santri-santrinya menjadi bagian dari dari program LPTQ Banten dalam
menggelar hataman di Masjid Agung Sultan Hasanuddin Banten Lama.
“Tentu sebuah kehormatan bagi saya dan para santri bisa terlibat dalam kegiatan ini,” katanya.
Sementara Kiai Muflih Alhafiz berharap hataman Alquran di Banten
menjadi program rutin dan berkesinambungan. Selain menjadi ajang syiar
Islam, kegiatan ini juga sangat besar pengaruhnya bagi nama Banten yang
dikenal sebagai daerah santri.
