JAKARTA- Orangtua Farhan Syafero, korban kerusuhan di Petamburan, Jakarta
Barat yang diduga tewas akibat luka tembak berharap ada investigasi atas
kematian anaknya. Muhammad Safri berharap polisi dapat menghukum pelaku
yang menyebabkan kematian putra keduanya itu.
“Siapapun itu, apakah Komnas HAM, pihak 01 atau 02, intinya saya
terbuka untuk dilakukan investigasi,” kata Safei saat ditemui di rumah
duka di Kampung Rawa Kalong, Jalan Pramuka Gang Perintis RT 3/7,
Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, Kamis 23 Mei 2019
Safri pun berharap, ada pihak yang bertanggung jawab atas kematian Farhan.
“Harapannya, ada yang bertanggung jawab, saya enggak tahu siapa, tapi
kalau emang penyebab kebrutalan polisi berarti institusinya kan yang
datang,” ujarnya
Safri menambahkan, hingga kini pihak keluarga
hanya mengetahui penyebab tewasnya Farhan karena luka tembak, namun
pihak keluarga belum menerima proyektil peluru yang disebut-sebut
menembus leher korban.
“Kata rumah sakit sih bilang penyebabnya adalah kematian tidak wajar.
Kami dapat info dari temannya kena tembak, tapi kalau mau dilihat
penyebab harus diautopsi, tapi kami enggak mau.”
Sementara itu, salah satu pengurus DPP Front Pembela Islam (FPI),
Habib Idrus Al Gadri meyakini, Farhan adalah salah satu korban salah
sasaran. Sebab, dari hasil penelusuran serta keterangan para saksi,
Farhan bukanlah peserta aksi unjuk rasa pada Rabu 22 Mei 2019.
“Almarhum
bukan peserta aksi, juga bukan laskar FPI. Dia pecinta habaib. Dia ini
aktif di majelis taklim, seperti Majelis Taklim Rasulullah, dan Nurul
Mustofa. Nah saat kejadian almarhum ini semata-mata lagi jaga rumah Imam
Besar FPI, Habib Rizieq di Petamburan,” katanya saat dikonfirmasi
wartawan di Depok
Habib Idrus pun sangat menyayangkan Farhan tewas
dengan cara tragis. Terkait hal itu, ia pun mendesak agar kasus ini
segera diusut tuntas agar jelas siapa pelaku yang harus bertanggung
jawab atas kejadian ini.
“Ini menyangkut nyawa seseorang. Saya
enggak habis pikir kok bisa seperti ini. Kemarin kami juga sudah ke
rumah almarhum, menyampaikan amanah Imam Besar FPI sekaligus
keprihatinan atas kasus ini. Insya Allah almarhum mati syahid.”
