JAKARTA – Gubernur Anies Baswedan memerintahkan
Dinas Perhubungan DKI Jakarta memastikan bus untuk angkutan Lebaran aman
dan nyaman. Bus yang tidak lolos uji KIR alias reot dilarang mengangkut
pemudik.
“Kita harus pastikan bus yang dioperasikan layak jalan. Harus
dibuktikan dengan uji KIR. Ini untuk jaminan keselamatan bagi pemudik,”
tegas Anies, Kamis (23/5/2019).
Puncak mudik Lebaran 2019 akan jatuh pada 31 Mei 2019. Sekitar enam
juta warga Jakarta akan merayakan hari kemenangan itu di kampung
halaman. “Warga ibukota yang mudik harus dijamin keselamatannya,”
ucapnya.
Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI, Sigit Widjatmoko mengatakan, akan
menggelar uji kelaikan bus pengangkut pemudik di setiap terminal. “Ini
menjadi fokus kami untuk menjamin keselamatan pemudik, “katanya.
Sigit memastikan bus reot tidak akan lolos beroperasi untuk angkutan
Lebaran. “Kami jauh hari sudah memeriksa dan ratusan bus kami kandangkan
karena tidak laik jalan,” ujarnya.
TEMINAL BANTUAN
Mencegah terjadinya penumpukan penumpang saat arus mudik dan balik
Lebaran, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan empat terminal
bantuan.
Terminal bantuan akan dioperasikan mulai H-7. Keempat terminal
bantuan adalah Terminal Pinang Ranti, Rawamangun, Grogol dan Muara
Angke.
Sedangkan, empat terminal utama terus beroperasi setiap saat yakni
Terminal Pulogebang, Terminal Kampung Raambutan, Terminal Kalideres dan
dan Terminal Tanjung Priok.
