Iklan

Rembuk Nasional 2017 Jokowi Merasa di Bohongi ?

Selasa, 24 Oktober 2017, Oktober 24, 2017 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:35Z
 
JAKARTA, -Presiden Joko Widodo bercerita tentang salah satu proyek infrastruktur transportasi di masa lalu yang sekadar jadi ground breaking saja, namun realisasinya tidak kunjung tercapai. Dia mengaku tidak menginginkan hal seperti itu terus terjadi karena seperti dibohongi. 
Jokowi mengemukakannya ketika memberikan sambutan acara Rembuk Nasional 2017 di JIExpo Kemayoran, Senin, 23 Oktober 2017, malam. Dalam acara tersebut, Kepala Negara mendapatkan sejumlah rekomendasi di berbagai bidang pemerintahan sebagai hasil pembahasan para peserta Rembuk Nasional 2017.
Dalam sambutannya itu, Jokowi bercerita mengenai pengerjaan proyek infrastruktur yang harus terus diawasi. Bila hanya bekerja di dalam kantor saja, katanya, proyek infrastruktur akan lama terealisasi. Bahkan, bisa hanya sekadar seremonial berupa ground breaking saja. 
Dia menyebutkan salah satu contoh proyek pengerjaan jalur kereta api yang sudah ground breaking sebanyak tiga kali, namun tidak kunjung rampung. Dia tidak menyebutkan secara spesifik lokasi proyek jalur kereta api itu. Namun demikian, dia mengatakan, ground breaking selama tiga kali tanpa ada kemajuan hasil serasa seperti dibohongi. 
"Udah ground breaking tiga kali. Dibohongi. Saya tidak mau dibohongi," katanya. 
Jokowi menambahkan, dirinya kemudian memberikan arahan kepada Kementerian Perhubungan agar menyelesaikan proyek jalur kereta api itu. Jokowi memberikan arahan, akan datang ke lokasi proyek  bila pengerjaan jalur sudah rampung minimal sepanjang 7 kilometer. Dan ternyata, ketika Jokowi mengecek lagi pengerjaan jalur kereta api, sudah rampung lebih dari target pribadinya, yakni 12 kilometer. 
"Ini negara besar. Tidak mungkin setelah ground breaking proyek, tidak datang ke lokasi lagi. Boleh nyoba saya. Satu proyek bisa saya datangi sampai delapan kali untuk pastikan ada progress," katanya. 

Efek berantai pengawasan

Dalam setiap pengawasan ke lokasi proyek, ternyata ada pesan yang ingin disampaikan oleh presiden. Pesan itu terkait efek berantai pengawasan di lingkungan kementerian yang mengerjakan suatu proyek. 
Jokowi mencontohkan, bila dirinya datang mengawasi ke lokasi proyek sebanyak 2 kali, maka menteri yang bersangkutan akan datang ke lokasi proyek sebanyak 4 kali. Pasalnya, sebelum presiden datang ke lokasi, menteri yang bersangkutan pasti lebih dulu datang ke lokasi untuk melakukan persiapan. 
Hal itu juga bisa berdampak ke staf yang berada di level bawah menteri, seperti dirjen. Bila menteri datang ke lokasi proyek 4 kali, staf menteri selevel dirjen, katanya, bisa jadi akan turun ke lapangan sampai 8 kali. 
"Semua saya awasi betul. Saya datang ke satu tempat bisa sampai enam kali. Kenapa begitu? Ya memang dalam manajemen kalau tidak ada kontrol, tidak akan jadi," ujarnya.***
Komentar

Tampilkan

  • Rembuk Nasional 2017 Jokowi Merasa di Bohongi ?
  • 0

Terkini

Topik Populer