Iklan

Rencana Ambil Alih Penataan Banten Lama, Pemprov Bentuk Tim Kecil

Rabu, 05 Juli 2017, Juli 05, 2017 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:03Z
 
SERANG, (KB).- Pemprov Banten kembali menggulirkan rencana pengambilalihan kewenangan penataan kawasan Banten Lama yang saat ini ditangani Pemkot Serang. Pemprov Bahkan sudah membentuk tim kecil untuk merealisasikan rencana tersebut. Hal tersebut sesuai arahan Gubernur Banten Wahidin Halim pada rapat dengan sejumlah OPD di Ruang Rapat Bappeda, KP3B, Kota Serang, Selasa (4/7/2017).
“Pak Gubernur sudah minta dibuatkan identifikasi, mana kawasan utama yang tidak boleh diganggu dan kawasan penunjang yang bisa dikembangkan. Dengan perintah beliau (gubernur) harus dilakukan.
Sangat memungkinkan diambil alih. Minta dibentuk tim, ketua timnya Asda II,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, Hudaya Latuconsina, kemarin.
Menurutnya, gubernur menginginkan kawasan Banten Lama lebih tertata dengan baik, termasuk akses penunjang menuju kawasan cagar budaya tersebut. “Bisa diambil alih karena undang-undang tentang cagar budaya itu tidak mnyatakan siapa yang bertanggung jawab untuk mengurus,” ucapnya. Sementara Asda II Pemprov Banten, Ino S Rawita mengatakan, tim akan melaporkan hasil pertemuan dengan Pemkot Serang pada Rabu (5/7) hari ini. Terkait hal ini, kata dia, tim kecil sudah beberapa kali rapat dengan pemkot dan instansi terkait.
“Jadi instruksi Pak Gubernur tatkala nanti bicara biaya lebih baik nanti koordinasi dengan Kota Serang. Ambil alih saja. Yang penting kita miliki tempat wisata representatif, kunjungan wisata yang jelas. Besok (hari ini) tim kecil memaparkan ke Pak Gubernur, hasil pembahasan dengan instansi terkait,” ujarnya. Beberapa instansi yang sudah diajak bicara yakni Dinas PUPR dan Perkim. “PU itu menggarap akses jalannya, Perkim itu nanti menangani permukiman kumuhnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bukan soal pengambilalihan kawasan Banten Lama yang ditekankan gubernur, tetapi soal tampilan Banten Lama ke depan. “Jadi bagaimana ini menjadi aset destinasi wisata yang memesona dari segi tata kota. Jadi begitu datang dari (gerbang tol) Serang Timur arahnya jelas. Dari Sertim ke Banten Lama, Tasikardi, Anyer, Tanjung Lesung semuanya nyambung,” tuturnya.
Memadukan konsep
Tim kecil nanti bertugas memadukan konsep penataan dari berbagai pihak yang kemudian akan melaporkan kepada gubernur. “Nanti terserah kebijakan gubernur, apakah nanti menjadi tim besar atau tidak, kita lihat saja. Dengan pembangunan dari berbagai sisi diharapkan Banten di kemudian hari bisa benar-benar memiliki aset wisata yang representatif,” ujarnya.
Menurutnya, destinasi wisata di Banten cukup dikenal. Namun, belum satu pun yang tertata dengan baik. “Di Tanjung Lesung saja proyek nasional kan belum tertata betul. Kita bertahap lah, satu persatu mudah-mudahan menjadi aset idaman. BUMN, BUMD dan lainnya siap menggolkan,” ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim juga menyatakan keinginannya untuk membuat Kawasan Banten Lama dan destinasi wisata lainnya lebih memesona.  Menurut eks Wali Kota Tangerang dua periode ini, situs dan cagar budaya merupakan identitas Banten. “Situs-situs dan cagar budaya ini kan identitas Banten jadi perlu diperhatikan, diberikan fasilitas. Sehingga harus dibenahi,” tuturnya.
Komentar

Tampilkan

  • Rencana Ambil Alih Penataan Banten Lama, Pemprov Bentuk Tim Kecil
  • 0

Terkini

Topik Populer