Iklan

Pemkot Tangerang Jajaki Pembangunan LRT

Selasa, 04 April 2017, April 04, 2017 WIB Last Updated 2026-04-20T02:28:55Z
 
Tangerang-Pemkot Tangerang sedang menjajaki kerjasama di bidang transportasi dengan PT Banten Metro Transit Indonesia untuk mewujudkan pembangunan Light Rail Transit (LRT).
Rencana ditandai dengan kunjungan Kadihub Provinsi Banten, Revri Aroes yang didampingi Direktur PT Banten Metro Transit Indonesia Thomas beserta Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Agus Purnomo ke Kantor Walikota Tangerang, belum lama ini.
Walikota yang menerima langsung kunjungan tersebut menyampaikan ketertarikannya untuk segera merealisasikan pembangunan LRT yang telah lama digagas. “Saat ini kami sedang konsen membenahi kemacetan,” kata Arief.
Menurutnya, penyelesaian persoalan kemacetan tentunya harus diselesaikan secara bersama atau integrasi dengan daerah lain yang berbatasan langsung dengan Kota Tangerang, seperti Jakarta, Kabupaten Tangerang maupun Tangsel.
“Kami juga telah lama ingin mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan menyediakan transportasi massal yang representative bagi warga,” sambungnya.
Namun, lanjut Walikota dikarenakan investasi di bidang transportasi yang mahal pihaknya saat ini hanya mengoptimalkan BRT yang pada tahun ini baru ada satu koridor, yaitu Poris Plawad-Jatiuwung.
“Di Bandung per kilometernya Rp300 miliaran, meski akhirnya direvisi lagi karena menggunakan perusahaan yang berbeda, menjadi sekitar Rp150 miliar,” paparnya.
Untuk itu, Walikota meminta PT Banten Metro Transisi Indonesia bisa melibatkan para pengembang dalam pembangunan infrastrukturnya, selain mengurangi ongkos investasi hal tersebut diharapkan juga akan lebih mengefektifkan operasional LRT.
“Makanya trasenya mungkin nanti bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan, karena beberapa waktu lalu saya pernah ngobrol dengan pengembang seperti Alam Sutera mereka siap untuk berkolaborasi,” ujarnya.
Jika jadi dibangun LRT yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Kota Tangsel tepatnya dari Stasiun Rawa Buntu menuju Stasiun Batuceper akan terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti Kereta Bandara, KRL, BRT dan juga MRT yang saat ini sedang dibangun.
Dengan panjang sekitar 22,3 KM LRT itu nantinya bisa diakses dengan harga tiket terdekat Rp4.000 dan terjauh Rp10.500. “Makanya kalau bisa segera dieksekusi biar tidak jadi wacana lagi,” tegas Walikota.
Sementara, Dirut PT Banten Metro Transit Indonesia, Thomas menjelaskan untuk pembangunannya pihaknya telah membentuk konsorsium yang salah satu anggotanya PT INKA. Pihaknya juga menjelaskan untuk pembiayaannya murni bersumber dari perusahaan swasta.
“Pra FS sudah ada sejak tahun 2014. Dan sekarang FSnya sudah ada,” jelasnya. “Kalau izin sudah keluar, lahan ready dua tahun selesai, dari INKA sendiri untuk pengadaan keretanya menyanggupi 18 bulan,” tandasnya
Komentar

Tampilkan

  • Pemkot Tangerang Jajaki Pembangunan LRT
  • 0

Terkini

Topik Populer