Iklan

Kasus Suspek Campak di Banten Tembus 3.999, Dinkes Terapkan Penanganan Setara KLB

Selasa, 07 April 2026, April 07, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:40Z

 



SERANG KONTAK BANTEN– Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat lonjakan signifikan kasus suspek campak hingga pekan ke-11 tahun 2026. Total sebanyak 3.999 kasus tersebar di seluruh kabupaten/kota di Banten. Meski belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), penanganan sudah dilakukan dengan mekanisme setara KLB.

Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan peningkatan kasus terjadi cukup tajam, terutama di wilayah Tangerang Raya.

“Kasus tertinggi ada di Kota Tangerang Selatan sebanyak 1.022 kasus, disusul Kabupaten Tangerang 799 kasus, dan Kota Tangerang 249 kasus,” ujar Ati, Senin (6/4/2026).

Selain itu, Kabupaten Pandeglang mencatat 523 kasus, Kabupaten Serang 443 kasus, Kota Serang 401 kasus, serta Kota Cilegon 245 kasus.

Ati menjelaskan, meskipun status KLB belum ditetapkan secara resmi, lonjakan kasus yang hampir tiga kali lipat dari kondisi normal membuat pemerintah mengambil langkah penanganan khusus.

“Kita memang tidak menyatakan KLB, tetapi karena peningkatan hampir tiga kali lipat, maka penanganannya menggunakan mekanisme seperti kejadian luar biasa,” jelasnya.

Sebagai langkah pengendalian, Pemerintah Provinsi Banten akan menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) atau vaksinasi massal. Program ini menyasar seluruh kelompok masyarakat tanpa mempertimbangkan riwayat imunisasi sebelumnya.

“ORI adalah vaksinasi campak secara massal tanpa melihat apakah seseorang sudah pernah diimunisasi atau belum,” katanya.

Pelaksanaan ORI akan difokuskan di enam kabupaten/kota. Sementara itu, Kota Cilegon dan Kabupaten Lebak tidak menjadi prioritas karena telah lebih dahulu melaksanakan program serupa. Namun, imunisasi kejar tetap dilakukan bagi warga yang belum mendapatkan vaksin lengkap.

Petugas kesehatan juga akan menerapkan sistem jemput bola melalui layanan di puskesmas, posyandu, hingga langsung ke lingkungan masyarakat guna mempercepat cakupan imunisasi.

Ati mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan penyakit campak. Meski umumnya dapat sembuh, campak berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh rendah atau yang belum diimunisasi lengkap.

“Jika daya tahan tubuh lemah dan penanganan terlambat, komplikasi bisa terjadi ke paru-paru, jantung, hingga otak,” tegasnya.

Program vaksinasi massal ini akan menyasar terutama anak-anak dan siswa sekolah dasar yang dinilai paling rentan terhadap penularan. Pemerintah berharap partisipasi aktif masyarakat dapat membantu memutus rantai penyebaran campak di Provinsi Banten.

Komentar

Tampilkan

  • Kasus Suspek Campak di Banten Tembus 3.999, Dinkes Terapkan Penanganan Setara KLB
  • 0

Terkini

Topik Populer