LEBAK, KONTAK BANTEN – Ruas Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 2, khususnya jalur Rangkasbitung–Cileles, resmi ditutup sementara mulai Kamis (27/3/2026). Sebelumnya, ruas ini sempat difungsikan selama 15 hari untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Selama masa operasional tersebut, tol ini tercatat dilintasi lebih dari 150 ribu kendaraan. Angka itu menunjukkan tingginya minat masyarakat, terutama pengguna dari arah Jabodetabek yang menuju wilayah Serang, Lebak, hingga Pandeglang.
Banyak pengendara memanfaatkan jalur ini karena dinilai lebih cepat dan mampu mengurai kepadatan di jalan arteri. Selain itu, waktu tempuh perjalanan juga terasa lebih singkat, terutama saat puncak arus mudik.
Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang, Iwan Juliansyah, mengatakan penutupan sementara ini memang sudah menjadi bagian dari tahapan proyek. Setelah digunakan saat momen Lebaran, pengerjaan konstruksi kini kembali dilanjutkan.
“Penutupan ini dilakukan untuk melanjutkan pekerjaan sekaligus memastikan kualitas jalan tol saat nanti dioperasikan penuh,” kata Iwan.
Ruas Rangkasbitung–Cileles sendiri mulai dibuka secara fungsional sejak 12 Maret 2026. Dalam waktu singkat, jalur ini langsung menjadi alternatif favorit masyarakat, terutama untuk menghindari kemacetan di jalur konvensional.
Tak hanya memperlancar mobilitas, keberadaan tol ini juga berdampak pada akses menuju kawasan wisata di Banten. Destinasi seperti Baduy, Sawarna, hingga Tanjung Lesung menjadi lebih mudah dijangkau, sehingga ikut mendorong peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.
Meski kini kembali ditutup, Iwan memastikan langkah tersebut dilakukan demi kualitas layanan ke depan. Menurutnya, perusahaan ingin memastikan seluruh aspek, mulai dari konstruksi hingga keamanan, benar-benar siap saat tol dibuka secara permanen.
“Meski harus ditutup sementara, ini penting supaya nanti saat dibuka penuh, pengguna bisa merasakan layanan yang lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah memanfaatkan ruas tol tersebut selama masa uji coba. Tingginya volume kendaraan dinilai menjadi bukti bahwa kehadiran tol Serang–Panimbang sangat dibutuhkan.
Ke depan, proyek ini ditargetkan bisa segera rampung sesuai jadwal. Seksi 2 Tol Serang–Panimbang direncanakan mulai beroperasi penuh pada semester kedua tahun 2026.
Jika sudah beroperasi, tol ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Banten, khususnya di bagian tengah dan selatan. Selain itu, akses yang lebih baik juga diyakini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, mulai dari sektor pariwisata hingga distribusi logistik.
Dengan begitu, meski saat ini ditutup sementara, keberadaan tol Rangkasbitung–Cileles tetap menjadi harapan baru bagi masyarakat Banten dalam mendukung mobilitas yang lebih cepat dan efisien di masa mendatang.
