Iklan

Israel Larang Salat Id, Ancaman Serius Bayangi Masjid Al-Aqsha

Kamis, 19 Maret 2026, Maret 19, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:28Z



JAKARTA, KONTAK BANTEN – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan keprihatinan mendalam atas penutupan Masjid Al-Aqsha yang dilakukan secara sepihak oleh Israel, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya melukai hak asasi umat Islam, tetapi juga melanggar hukum internasional. Ia menyebut situasi ini sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Masjid Al-Aqsha.
“Ini merupakan sejarah buruk, baru pertama kalinya dalam sejarah Masjid Al-Aqsha menjadi sepi,” ujar Hidayat, Jumat (20/3/2026).
Ia menjelaskan, selama bulan Ramadan 1447 H, umat Islam tidak diperkenankan melaksanakan berbagai ibadah di Masjid Al-Aqsha, termasuk salat tarawih, salat Jumat, hingga i’tikaf. Bahkan hingga Ramadan berakhir, penutupan masih terus berlangsung.
Akibatnya, pelaksanaan salat Idulfitri pun terancam tidak dapat dilakukan di kawasan masjid yang menjadi kiblat pertama umat Islam tersebut.
“Sehingga salat Idulfitri pun tidak bisa diselenggarakan di Masjid Al-Aqsha,” tegasnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI itu juga menyoroti kontras situasi global, di mana umat Islam di berbagai negara merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita, sementara Masjid Al-Aqsha justru diprediksi akan sepi dari aktivitas ibadah.
Hidayat mengungkapkan, berbagai organisasi internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam, Liga Arab, hingga sejumlah lembaga ulama telah menyuarakan penolakan terhadap penutupan tersebut. Namun, menurutnya, langkah itu belum diindahkan oleh pihak Israel.
Ia juga menyinggung adanya kekhawatiran bahwa situasi geopolitik global dimanfaatkan untuk memperkuat kontrol atas Masjid Al-Aqsha, termasuk wacana perubahan pengelolaan hingga potensi penguasaan fisik kawasan tersebut.
Karena itu, Hidayat mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk tidak melupakan Masjid Al-Aqsha dan terus memperjuangkan pembukaannya sesuai kapasitas masing-masing.
“Maka bila umat menuntut penghentian perang, umat juga jangan pernah melupakan Masjid Al-Aqsha, karena melanjutkan perang dan melupakan Masjid Al-Aqsha itu juga agenda penjajah Israel,” tandasnya.
Ia menegaskan, jika kondisi ini dibiarkan, bukan hanya mengancam keberlangsungan Masjid Al-Aqsha, tetapi juga dapat menjauhkan harapan perdamaian serta masa depan negara Palestina.
Komentar

Tampilkan

  • Israel Larang Salat Id, Ancaman Serius Bayangi Masjid Al-Aqsha
  • 0

Terkini

Topik Populer