Iklan

Pemprov Banten Teken Kesepakatan PSEL, Sampah Diolah Jadi Energi 4.000 Ton per Hari

Sabtu, 28 Maret 2026, Maret 28, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:28:54Z




KOTA SERANG, KONTAK BANTEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendorong percepatan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi penanganan sampah sekaligus penguatan ketahanan energi daerah.

Gubernur Banten, Andra Soni, bersama pemerintah kabupaten/kota menandatangani kesepakatan pengelolaan sampah menjadi energi alternatif di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Jumat (27/3/2026).

Kesepakatan tersebut melibatkan Pemerintah Kota Serang, Pemerintah Kota Cilegon, dan Pemerintah Kabupaten Serang, serta menjadi bagian dari percepatan pengembangan PSEL di wilayah Tangerang Raya.

Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan

Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa program PSEL tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga berdampak strategis terhadap ketahanan energi dan pembangunan ekonomi daerah.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, komitmen berkelanjutan, koordinasi intensif, serta pengawasan yang baik sangat diperlukan agar program ini berjalan efektif dan akuntabel.

Target 4.000 Ton Sampah Jadi Listrik

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut potensi sampah yang dapat diolah dari kawasan Serang Raya dan Tangerang Raya mencapai sekitar 4.000 ton per hari.

“Ke depan sampah tersebut akan direduksi menjadi energi listrik sebagai bagian dari kebijakan nasional dalam penanganan sampah,” ujarnya.

Edukasi dan Pemilahan Jadi Fondasi

Hanif menekankan, keberhasilan program PSEL sangat bergantung pada pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Tanpa pemilahan, biaya pengolahan akan jauh lebih besar.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas PSEL membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 tahun hingga dapat beroperasi.

“Apapun teknologinya, fondasi dasarnya adalah sampah harus terpilah,” tegasnya.

Ajak Masyarakat Berperan Aktif

Gubernur Andra Soni turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah, termasuk membiasakan pemilahan sampah dari rumah.

Menurutnya, permasalahan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Ke depan, program PSEL diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga meningkatkan efisiensi anggaran pemerintah serta mendukung energi berkelanjutan di Provinsi Banten.

Komentar

Tampilkan

  • Pemprov Banten Teken Kesepakatan PSEL, Sampah Diolah Jadi Energi 4.000 Ton per Hari
  • 0

Terkini

Topik Populer