TANGERANG, KONTAK BANTEN – Gelandang Federico Valverde tampil luar biasa dengan mencetak hat-trick yang membawa Real Madrid menang telak 3-0 atas Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Pertandingan yang digelar di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (12/3) dini hari WIB itu menjadi malam istimewa bagi Valverde karena tiga gol tersebut merupakan hat-trick pertamanya bersama Los Blancos.
Seluruh gol Real Madrid tercipta pada babak pertama, sekaligus memberikan keunggulan agregat yang cukup nyaman bagi tim tuan rumah sebelum menghadapi leg kedua.
Pada laga tersebut, Valverde juga terpilih sebagai man of the match berkat performa impresifnya sepanjang pertandingan.
Menariknya, pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa tidak menurunkan penyerang tengah dalam laga tersebut. Ia justru mengandalkan trio Brahim Diaz, Vinicius Junior, dan Arda Guler di lini depan dalam formasi 4-3-3.
Sementara itu, Federico Valverde ditempatkan sebagai gelandang kanan yang diberi kebebasan untuk membantu serangan.
Keputusan tersebut terbukti efektif. Pemain asal Uruguay itu tampil agresif dan beberapa kali menusuk ke kotak penalti Manchester City hingga akhirnya mencetak tiga gol.
“Kami ingin Valverde lebih agresif dalam menyerang lini pertahanan City,” ujar Arbeloa seperti dikutip dari ESPN.
Ia juga menilai Valverde tidak hanya berperan dalam serangan, tetapi juga membantu lini pertahanan tim.
“Valverde bermain sangat baik di sisi kanan, membantu pertahanan dan juga sangat penting saat transisi permainan,” tambahnya.
Selain memaksimalkan peran Valverde, Arbeloa juga menerapkan taktik untuk menutup jalur umpan Manchester City serta mempersempit ruang gerak para pemain lawan.
Strategi tersebut membuat tim asuhan Pep Guardiola kesulitan mengembangkan permainan dan tidak mampu menjalankan kombinasi umpan cepat yang biasanya menjadi ciri khas mereka.
“Kami memahami betapa bagusnya permainan City dan bagaimana mereka ingin bermain. Jadi kami menutup jalur umpan mereka dan mempersempit ruang antar pemain,” kata Arbeloa seperti dikutip dari situs resmi UEFA.
Di sisi lain, pelatih Manchester City Pep Guardiola mengakui hasil tersebut menjadi pukulan berat bagi timnya.
“Ini hasil yang buruk dan kami tidak bisa menyangkalnya. Gol pertama terjadi karena pertahanan kami tidak bagus, dan setelah itu kualitas pemain mereka membuat pertandingan menjadi sangat sulit,” ujar Guardiola seperti dikutip dari Sky Sports.
Meski demikian, Guardiola memastikan timnya tetap akan berusaha membalikkan keadaan pada leg kedua.
Pertandingan leg kedua antara Manchester City dan Real Madrid dijadwalkan berlangsung di Etihad Stadium pada 18 Maret 2026 mendatang.
“Kami masih memiliki waktu untuk memperbaiki keadaan. Kami akan mencoba bermain lebih baik dan memberikan perlawanan di leg kedua,” kata Guardiola.
