KAB. TANGERANG, KONTAK BANTEN – PT Marga Mandalasakti (MMS) selaku pengelola ruas Tol Tangerang–Merak mencatat sebanyak 307.779 kendaraan telah melintas melalui Gerbang Tol Cikupa KM 31 selama periode arus mudik H-9 hingga H-3 Lebaran 2026.
“Total kendaraan yang memasuki ruas Tol Tangerang–Merak melalui Gerbang Tol Cikupa sejak 11 hingga 17 Maret 2026 adalah 307.779 kendaraan,” ujar Kepala Departemen Manajemen CSR dan Humas Astra Toll Tangerang–Merak PT MMS, Uswatun Hasanah, di Tangerang, Rabu.
Ia mengungkapkan, volume lalu lintas kendaraan pemudik terus mengalami peningkatan sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat, lalu lintas harian mencapai 59.204 kendaraan, lebih tinggi 15,3 persen dibandingkan lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal.
Selain itu, arus kendaraan keluar (exit) di wilayah Gerbang Tol Merak menuju Pelabuhan Merak dan sekitarnya juga mengalami peningkatan signifikan.
“Sebanyak 86.632 kendaraan tercatat melintas menuju arah Merak. Pada 17 Maret 2026 saja, volumenya mencapai 20.616 kendaraan, naik 4,3 persen dibandingkan tahun lalu, dan meningkat 128 persen dari LHR normal,” jelasnya.
Secara keseluruhan, selama periode arus mudik Lebaran 2026, jumlah kendaraan yang melintas di Tol Tangerang–Merak mencapai 1.164.998 unit. Angka tersebut menunjukkan kenaikan 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta 7,3 persen di atas LHR normal, dengan rata-rata harian 172.471 kendaraan.
Antisipasi Lonjakan Kendaraan
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus mudik, MMS melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk penambahan gardu layanan transaksi di sejumlah titik.
Penambahan tersebut difokuskan di tiga gerbang utama, yakni Cikupa, Cilegon Timur, dan Merak, dengan sistem gardu tandem serta mobile reader.
“Kami menambah gardu tandem dan mobile reader untuk mempercepat transaksi, terutama saat kondisi padat,” ujar Uswatun.
Selain itu, MMS juga meningkatkan layanan patroli lalu lintas serta kesiapsiagaan tim kesehatan guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Dari sisi infrastruktur, pemeliharaan jalan juga terus dilakukan, termasuk perbaikan cepat (patching) serta pengawasan sistem drainase untuk mencegah kerusakan jalan.
“Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan selama arus mudik berlangsung,” pungkasnya.
“Total kendaraan yang memasuki ruas Tol Tangerang–Merak melalui Gerbang Tol Cikupa sejak 11 hingga 17 Maret 2026 adalah 307.779 kendaraan,” ujar Kepala Departemen Manajemen CSR dan Humas Astra Toll Tangerang–Merak PT MMS, Uswatun Hasanah, di Tangerang, Rabu.
Ia mengungkapkan, volume lalu lintas kendaraan pemudik terus mengalami peningkatan sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat, lalu lintas harian mencapai 59.204 kendaraan, lebih tinggi 15,3 persen dibandingkan lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal.
Selain itu, arus kendaraan keluar (exit) di wilayah Gerbang Tol Merak menuju Pelabuhan Merak dan sekitarnya juga mengalami peningkatan signifikan.
“Sebanyak 86.632 kendaraan tercatat melintas menuju arah Merak. Pada 17 Maret 2026 saja, volumenya mencapai 20.616 kendaraan, naik 4,3 persen dibandingkan tahun lalu, dan meningkat 128 persen dari LHR normal,” jelasnya.
Secara keseluruhan, selama periode arus mudik Lebaran 2026, jumlah kendaraan yang melintas di Tol Tangerang–Merak mencapai 1.164.998 unit. Angka tersebut menunjukkan kenaikan 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta 7,3 persen di atas LHR normal, dengan rata-rata harian 172.471 kendaraan.
Antisipasi Lonjakan Kendaraan
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus mudik, MMS melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk penambahan gardu layanan transaksi di sejumlah titik.
Penambahan tersebut difokuskan di tiga gerbang utama, yakni Cikupa, Cilegon Timur, dan Merak, dengan sistem gardu tandem serta mobile reader.
“Kami menambah gardu tandem dan mobile reader untuk mempercepat transaksi, terutama saat kondisi padat,” ujar Uswatun.
Selain itu, MMS juga meningkatkan layanan patroli lalu lintas serta kesiapsiagaan tim kesehatan guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Dari sisi infrastruktur, pemeliharaan jalan juga terus dilakukan, termasuk perbaikan cepat (patching) serta pengawasan sistem drainase untuk mencegah kerusakan jalan.
“Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan selama arus mudik berlangsung,” pungkasnya.
