Iklan

Vaksin Diutamakan untuk Wilayah di Zona Merah

Jumat, 23 Oktober 2020, Oktober 23, 2020 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:16Z

 


JAKARTA – Pemerintah akan memprioritaskan pem­berian vaksin untuk masyara­kat di daerah berstatus zona merah atau dengan tingkat penularan Covid-19 paling tinggi. Sejumlah provinsi akan dievaluasi untuk penentuan rencana tersebut.

“Pertama itu nanti dalam roadmap vaksinasi itu akan ditentukan (daerahnya). Tapi kan ada daerah-daerah merah yang penularannya terbesar,” kata Menteri Koordinator bi­dang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Co­vid-19 dan Pemulihan Ekono­mi Nasional, Airlangga Hartar­to, dalam talkshow daring yang ditayangkan kanal YouTube resmi BNPB, Kamis (22/10).

Daerah-daerah yang masuk zona merah itu, seperti Suma­tera Utara, Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat. “Nah, itu nanti akan dievaluasi, dan juga nanti terkait dengan efektivitasnya,” lanjut Airlangga.

Namun, kata dia, sebelum vaksin tersedia dan mendapat persetujuan BPOM, pihaknya mengingatkan masyarakat tetap disiplin mematuhi proto­kol kesehatan. Terlebih, dalam waktu dekat akan ada libur panjang pada 28 Oktober hing­ga 1 November mendatang.

“Yang paling efektif untuk mencegah penularan adalah pakai masker. Itu tetap meru­pakan perlindungan yang baik. Juga jaga jarak, hindari keru­munan. Itu adalah hal penting sebelum vaksin diberikan,” tambah Airlangga.

Setidaknya ada enam ke­lompok prioritas penerima vaksin di akhir 2020 hingga ta­hun 2021. Kelompok pertama adalah mereka yang bertugas di garda terdepan penanggu­langan Covid-19.

Yakni pertama, mereka yang berada di garda terdepan pen­anganan Covid-19 mencakup tenaga medis, paramedis con­tact tracing, dan pelayan pub­lik mencakup TNI, Polri, dan aparat hukum lainnya yang mencapai 3,4 juta orang dengan kebutuhan sekitar 6,9 juta dosis.

Airlangga mengatakan seti­daknya ada 4,3 juta orang yang masuk kelompok prioritas ini dengan total kebutuhan vaksin sebanyak 8,7 juta dosis.

Pemerintah saat ini tengah melakukan finalisasi pembe­lian vaksin untuk Covid-19 dari tiga perusahaan produsen. Ketiga perusahaan itu telah sepakat menyediakan vaksin untuk Indonesia pada Novem­ber mendatang. Ketiga pro­dusen itu yakni Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac.

Belum Disubsidi

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Co­vid-19, Wiku Adisasmito, me­nyatakan tak semua vaksin Covid-19 digratiskan untuk ma­syarakat. Sebab, pengadaan vak­sin membutuhkan proses dan sumber daya yang sangat besar.

“Jadi, Covid-19 adalah suatu bentuk penyakit menular baru sehingga riset untuk menge­nali karakteristik penyakit ini masih terus dilakukan dan berjalan,” kata Wiku dalam keterangan persnya di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/10).

Oleh karena itu, kata dia, penetapan subsidi vaksin be­lum bisa dilakukan untuk se­luruh masyarakat Indonesia. Pemerintah akan memberikan vaksin gratis kepada kalangan masyarakat tertentu. Pertim­bangan subsidi diberikan ke­pada kelompok prioritas yang paling berisiko tertular maupun kepemilikan peran strategis di masyarakat.
Komentar

Tampilkan

  • Vaksin Diutamakan untuk Wilayah di Zona Merah
  • 0

Terkini

Topik Populer