![]() |
JAKARTA – Hari ini, atau 69 tahun yang lalu Humas Polri berdiri. Divisi
yang satu ini merupakan bidang yang kerap berinteraksi dengan masyarakat
khususnya media dalam hal pemberitaan di tubuh Polri. Sebelumnya, Humas
Polri bernama Dinas Penerangan Polri (Dispenpol). Divisi itu terbentuk
awal mula dari Omorder Kepolisian Negara pertama yaitu Jenderal RS
Soekanto pada 30 Oktober 1951.
Memasuki tahun 2001, Dispenpol
berganti nama menjadi Pusat Penerangan Polri (Puspenpol). Kemudian tahun
2002 kembali berganti nama menjadi Badan Humas Polri. Lagi-lagi Badan
Humas Polri berganti nama pada tahun 2005 menjadi Divisi Humas Polri
sampai saat ini. Saat ini, divisi tersebut dipimpin Irjen Pol Raden
Prabowo Argo Yuwono.
Beragamnya saluran dan media komunikasi yang
tersedia saat ini menuntut insan Humas Polri untuk terus berinovasi
dalam menyampaikan informasi yang cepat, terpecaya sesuai fakta. Menurut
Argo salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah mendidik
jajarannya agar mampu mengikuti perkembangan zaman. "Kami ada
pelatihan-pelatihan. Yang kami latih tidak hanya di lingkungan Mabes
Polri, dari Polda-polda jajaran juga ada, karena di wilayah pun juga
harus bisa mengikuti perkembangan zaman," kata Irjen Argo di Jakarta,
JUmat (30/10/10).Untuk meningkatkan kualitas personel dan konten yang disampaikan oleh
Humas Polri, pihaknya telah mempersiapkan sarana dan anggaran untuk
meningkatkan kualitas SDM Humas Polri. Argo bersyukur bahwa Kapolri
Jenderal Pol Idham Azis memberikan perhatian yang besar terhadap
kemajuan Humas Polri. "Perhatian Bapak Kapolri sekarang ini luar biasa,
jadi untuk segi karir anak buah dan juga untuk sarana prasarana beliau
oke saja, yang penting untuk kemajuan Humas," tuturnya.Namun sebaliknya, kini semakin banyak anggota Polri yang berminat untuk
bergabung ke dalam Humas Polri. Humas Polri pun menerapkan seleksi ketat
terhadap anggota yang akan bergabung ke dalam jajarannya. Untuk masuk
Humas Polri, akan diuji dan diseleksi terlebih dulu. "Karena menjadi
Kabid Humas tidak mudah. Kalau sekadar untuk batu loncatan, kami tidak
mau, harus berkarya," pesannya.
Kini dengan bekerja sebagai
personel Humas Polri yang berprestasi berpotensi mendapatkan kesempatan
bersekolah atau promosi jabatan.
Permintaan informasi yang
semakin banyak dari masyarakat dan media membuat Humas Polri tidak
pernah berhenti dalam menjalankan tugasnya. Demi memenuhi permintaan
tersebut, Argo terus memperkuat koordinasi dengan para Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi (PID) di lingkungan Polri agar informasi yang
dibutuhkan cepat untuk didapatkan.
Dengan beban kerja yang
demikian berat, pihaknya mengakui bahwa personel Humas Polri saat ini
masih belum mampu memenuhi berbagai permintaan masyarakat. "Saat ini
memang sudah saya bagi-bagi dengan biro yang lain tapi tetap kewalahan
juga," katanya.Menjadi bagian dari Humas Polri bukanlah hal yang mudah karena pihaknya
dituntut untuk memahami segala pekerjaan yang dilakukan oleh seluruh
fungsi Polri. "Kalau kami ditanya tentang laka lantas, saya harus tahu
lalu lintas, saya tidak pernah di reserse, ada kejadian, saya harus tahu
mengenai reserse," kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.
Selain
membangun sistem di internal, Humas Polri juga menjalin kemitraan
terhadap media itu sendiri. Media adalah bagian yang tidak terpisahkan
dalam memelihara dan menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pada
prinsipnya, semua kementerian dan lembaga termasuk Polri membutuhkan
dukungan dari masyarakat. Dalam hal ini, media merupakan representasi
dan suara dari masyarakat.
Namun, di era digitalisasi ini kerap
menimbulkan ekses negatif sehingga marak terjadi berita palsu yang
mengakibatkan bias informasi di tengah masyarakat yang menjadi salah
satu faktor penyebab gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan
melakukan manajemen media, Polri bisa menjadi pemain dalam menentukan
isu dan mengelolanya. Sebagai bentuk perhatian Polri kepada awak media,
salah satunya dengan menyediakan rompi khusus bagi awak media yang
meliput kegiatan yang berpotensi mengarah ke aksi anarkis Penyediaan rompi pers penting untuk mencegah kesalahpahaman yang
berakibat tindak kekerasan yang dilakukan aparat keamanan terhadap
wartawan peliput dalam peristiwa-peristiwa tertentu seperti unjuk rasa.
Argo
juga mengungkapkan ide-idenya untuk melayani kebutuhan peliputan
wartawan, salah satunya adalah memiliki sarana perahu karet sendiri
untuk membantu wartawan dalam meliput bencana banjir. "Kalau bisa Humas
Polri punya perahu karet sendiri yang bisa untuk naik wartawan nanti di
sana (lokasi banjir)," kata mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini.Argo berharap pada ulang tahun Humas Polri ke-69 ini, kinerja Humas
Polri semakin baik dan masyarakat menjadi semakin mudah dalam
mendapatkan informasi yang benar. Humas selalu menjadi bagian penting
dalam sebuah organisasi sebagai pihak yang menyampaikan informasi dari
internal organisasi kepada masyarakat ataupun sebaliknya.
Dengan
semakin banyaknya informasi yang beredar di masyarakat, kini masyarakat
menjadi semakin kritis ketika menerima informasi. Oleh karena itu,
Divhumas Polri dituntut untuk dapat menyampaikan informasi yang benar,
cepat dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Selamat
hari ulang tahun Humas Polri ke-69, semoga bisa mewujudkan cita-cita
Kapolri Jenderal Idham Azis yaitu mampu menjadi sumber informasi yang
cepat, mudah diakses, objektif tepercaya serta selalu berpartisipatif
dalam setiap momentum guna mendukung kamtibmas yang aman dan kondusif.
Salah
satu bentuk dukungan tersebut adalah persetujuan Kapolri untuk
menyediakan anggaran pengadaan perangkat kamera foto dan video demi
mendukung pendokumentasian kegiatan Polri di seluruh wilayah Indonesia.
"Kapolri sudah setuju. Seluruh Polres sudah disetujui untuk pengadaan
kamera dan video," katanya.
Jenderal bintang dua itu turut bangga
dengan prestasi yang telah dicapai oleh Humas Polri selama 69 tahun
ini. Ia menekankan pentingnya peran Humas Polri sebagai pihak yang
menyampaikan semua informasi dari Polri kepada masyarakat. Menurut dia,
sangat penting bagi jajaran Humas Polri untuk menyampaikan data secara
cepat dan akurat kepada masyarakat. "Tantangan berat sekali karena kami
pun harus bisa mendapatkan data yang cepat dan akurat dari fungsi lain,"
tandasnya.Ia menceritakan di masa lalu, Fungsi Humas pernah diremehkan bahkan oleh
anggota Polri sendiri. "Kadang-kadang masih orang berpikiran bahwa
kalau bisa jangan masuk humas-lah," katanya.
