JAKARTA-Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Zuhairi Misrawi merasa
bersyukur atas polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila, lantaran banyak
pihak yang menyatakan terbuka dan menjadi pendukung Pancasila.
Menurut dia, hal ini semakin menguatkan bukti Pancasila menjadi pemersatu bangsa dan setiap elemen yang ada.
"Kami merasa bangga dan bersyukur, bahwa pada akhirnya mereka yang
selama ini selalu menggaungkan ideologi khilafah dan negara
pro-teokrasi, yang secara terbuka menyatakan berseberangan dengan
Pancasila, mereka justru semakin lantang menjadi juru bicara Pancasila
di ruang publik," kata pria yang akrab disapa Gus Mis, Minggu (5/7).
Menurut dia, ini berkah bagi negeri ini, karena sudah ada yang mulai mencoba mengadu domba dengan paham-paham lain.
"Hal ini merupakan berkah Tuhan pada negeri ini, sehingga tugas kita
selanjutnya adalah membumikan Pancasila agar dapat mewarnai seluruh
kehidupan berbangsa dan bernegara," ungkap Gus Mis.
Menurut dia, selama berpijak pada Pancasila, maka akan mempunyai masa
depan yang cerah dalam mewujudkan Trisakti Bung Karno. Yaitu kedaulatan
politik, kemandirian ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Gus Mis pun berterima kasih kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah,
dan Majelis Agama-Agama lainnya yang selalu memberikan bimbingan,
arahan, dan inspirasi agar Pancasila semakin kokoh dan berdiri tegak
sebagai ideologi bangsa.
Pria yang juga merupakan kader PDIP
ini juga mengingatkan, bahwa partainya yang selama ini terdepan dalam
mengukuhkan dan membumikan Pancasila, sebagaimana termaktub dalam
pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Setiap kader Partai mempunyai
latar belakang dari berbagai agama, suku, dan bahasa, dan berada dalam
satu rampak barisan untuk menjadikan Pancasila sebagai titik-temu dan
kekuatan bersama dalam membangun negeri ini.
"Sebab itu, nasionalisme para kader yang menginspirasi perjalanan
negeri ini sangat kokoh karena bersumber dari keyakinan dan pemahaman
yang utuh terhadap Pancasila," kata Gus Mis.
"Mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam tindakan politik kita di tengah pandemi," pungkasnya.
