![]() |
| Kedua orang tua Nurhasanudin warga Kota Serang dikediamannya, Dalung, Kota Serang, Rabu (2/10/2019) |
SERANG-Kedua orang tua Nurhasanudin yakni
Satiman (61) dan Amisah (51) salah satu warga Lingkungan Dalung,
Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang hanya bisa
meratapi nasib anaknya yang kini tak bisa pulang akbiat konflik di
Wamena, Jayawijaya, Papua.
Perasaan sedih menyelimuti lnya karena
anaknya yang sedang mengadu nasib di negri cendrawasih tak bisa pulang
pasca keeusuhan di Wamena lantaran tak mempunyai ongkos untuk pulang.
Satiman selaku ayah dari istri
Nurhasanuddin yakni Resi Ardini saat ini hanya bisa berdoa dan pasar
pada ilahi mengenai keselamatan anak serta cucunya yang ada di Papua.
“Namanya juga orang tua pasti khawatir,
saya juga disini hanya bisa berdoa. Kalau untuk bantu ongkos, keadaannya
tidak punya, jadi hanya bisa berdoa untuk keselamatannya,” ucap Satiman
saat ditemui dikediamannya, Rabu (2/10/2019).
Kabar buruk itu sampai ketelinganya saat
mendapat telpon dari anaknya yang berada disana. Dengan perasaan
dipenuhi kekhawatiran yang mendalam Satiman mwndengarkan cerita dari
Nurhasanudin mengenai situasi dan kondisi yang ada disana.
Dikatakan Satiman, bahwa anaknya
terjebak dalam situasi yang sangat sulit karena aktivitas ekonominya
terhenti akibat kerusuhan, alhasil pendapatan keluarga mengalami
penurunan dratis, hingga pada akhirnya anaknya tak mempunyai ongkos
untuk bisa pulang ke Ibu Kota Provinsi Banten.
Dengan mata yang berlinang air mata,
Satiman hanya menjawab “”Sabar aja dulu, mengungsi ke tempat yang aman
saja,” cerita Satiman saat berkomunikasi dengan anaknya.
Dalam kondisi perasaan yang gaduh akan
khawatiran, Satiman merasa lega dengan habar yang didapatkan bahwa
pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang saat ini sedang
berupaya memulangkan anaknya dari negri cendrawasih dengan jaminan
ditanggung segala bentuk pembiayaan mulai dari transport dan makan.
“Semoga aja informasi bahwa pak Gubernur
dan Walikota yang mau membiayai dan menjemput itu benar. Saya berterima
kasih banget atas bantuannya,” ujarnya.
Ia berharap, anaknya segera bisa kembali
ke Kota Serang dengan selamat. “Anak saya ini sudah hampir 4 tahun di
Papua, tapi sempet pulang sekali saat melahirkan anak pertamanya. Kalau
bisa pulang, saya harap sih di Serang saja tidak usah kembali ke Papua,”
harapnya
