Iklan

Ratapi Nasib Anaknya di Wamena, Satiman “Kita Hanya Bisa Pasrah”

Rabu, 02 Oktober 2019, Oktober 02, 2019 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:05Z

Kedua orang tua Nurhasanudin warga Kota Serang dikediamannya, Dalung, Kota Serang, Rabu (2/10/2019)
SERANG-Kedua orang tua Nurhasanudin yakni Satiman (61) dan Amisah (51) salah satu warga Lingkungan Dalung, Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang hanya bisa meratapi nasib anaknya yang kini tak bisa pulang akbiat konflik di Wamena, Jayawijaya, Papua.
Perasaan sedih menyelimuti lnya karena anaknya yang sedang mengadu nasib di negri cendrawasih tak bisa pulang pasca keeusuhan di Wamena lantaran tak mempunyai ongkos untuk pulang.
Satiman selaku ayah dari istri Nurhasanuddin yakni Resi Ardini saat ini hanya bisa berdoa dan pasar pada ilahi mengenai keselamatan anak serta cucunya yang ada di Papua.
“Namanya juga orang tua pasti khawatir, saya juga disini hanya bisa berdoa. Kalau untuk bantu ongkos, keadaannya tidak punya, jadi hanya bisa berdoa untuk keselamatannya,” ucap Satiman saat ditemui dikediamannya, Rabu (2/10/2019).
Kabar buruk itu sampai ketelinganya saat mendapat telpon dari anaknya yang berada disana. Dengan perasaan dipenuhi kekhawatiran yang mendalam Satiman mwndengarkan cerita dari Nurhasanudin mengenai situasi dan kondisi yang ada disana.
Dikatakan Satiman, bahwa anaknya terjebak dalam situasi yang sangat sulit karena aktivitas ekonominya terhenti akibat kerusuhan, alhasil pendapatan keluarga mengalami penurunan dratis, hingga pada akhirnya anaknya tak mempunyai ongkos untuk bisa pulang ke Ibu Kota Provinsi Banten.
Dengan mata yang berlinang air mata, Satiman hanya menjawab “”Sabar aja dulu, mengungsi ke tempat yang aman saja,” cerita Satiman saat berkomunikasi dengan anaknya.
Dalam kondisi perasaan yang gaduh akan khawatiran, Satiman merasa lega dengan habar yang didapatkan bahwa pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang saat ini sedang berupaya memulangkan anaknya dari negri cendrawasih dengan jaminan ditanggung segala bentuk pembiayaan mulai dari transport dan makan.
“Semoga aja informasi bahwa pak Gubernur dan Walikota yang mau membiayai dan menjemput itu benar. Saya berterima kasih banget atas bantuannya,” ujarnya.
Ia berharap, anaknya segera bisa kembali ke Kota Serang dengan selamat. “Anak saya ini sudah hampir 4 tahun di Papua, tapi sempet pulang sekali saat melahirkan anak pertamanya. Kalau bisa pulang, saya harap sih di Serang saja tidak usah kembali ke Papua,” harapnya
Komentar

Tampilkan

  • Ratapi Nasib Anaknya di Wamena, Satiman “Kita Hanya Bisa Pasrah”
  • 0

Terkini

Topik Populer