![]() |
| Pengurus Baznas saat menjelaskan Baznas Crisis Center dalam memberikan bantuan kepada warga yang terdampak tragedi Wamena |
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)
mengaktifkan Crisis Center untuk membantu sekitar 6000 warga terdampak
tragedi Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya, Provinsi Papua.
Baznas Crisis Center (BCC) fokus pada penanganan kemanusiaan dan
tidak masuk dalam ranah konflik yang terjadi. Crisis Center ini,
memberikan bantuan pelayanan kesehatan, dapur umum, dan lainnya.
Hal itu disampaikan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat
Baznas , Dr Irfan Syauqi Beik, di Kantor Baznas, Jakarta, Senin (30/9).
Hadir dalam acara itu, Pelaksana Harian Crisis Center Baznas untuk
Papua, Ahmad Fikri, dan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf
Kementerian Agama, Muhammad Fuad Nasar.
Irfan mengatakan, kondisi Wamena dan warga terdampak yang saat ini
tinggal di pengungsian-pengungsian yang ada di daerah lain membutuhkan
penanganan terpadu dengan melibatkan semua pihak.
“Kita upayakan para pengungsi khususnya kaum.lansia dan anak-anak
yang rentan. Kita upayakan jangan sampai kelaparan, tidak sakit, juga
menghilangkan truma khususnya anak-anak,” katanya.
Dalam kaitan ini, Pelaksana Harian Crisis Center Baznas untuk Papua,
Ahmad Fikri mengatakan, Baznas menyinergikan Lembaga Program BAZNAS
Tanggap Bencana (BTB), Layanan Aktif Baznas (LAB) dan Rumah Sehat Baznas
(RSB) untuk melayani warga terdampak krisis.
“Melalui tim gabungan ini, diharapkan Baznas dapat merespon cepat dan
memberikan bantuan yang saat ini sangat diperlukan oleh para
pengungsi,” katanya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Muhammad
Fuad Nasar mengapresiasi kehadiran Crisis Center BAZNAS untuk Papua.
Ia mengatakan, bantuan kemanusiaan dari BAZNAS berupa bantuan
logistik, dapur umum, pemeriksaan kesehatan dan psikososial bagi
anak-anak yang menjadi penyintas cukup relevan dan bermanfaat, terutama
untuk mengatasi kondisi darurat. (johara/win)
