SERANG-Minimnya Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Pemkot Serang menyebabkan lambatnya pembangunan.
Terlebih, bantuan dana dari perusahaan yang berdiri di Ibu Kota Banten
kurang dimaksimalkan semenjak 2016.
Menanggapi hal itu, Walikota Serang,
Syafrudin mengaku sudah merencanakan menata anggaran bantuan dana berupa
Corporate Social Responsibility (CSR) dari setiap perusahaan di Kota
Serang. Tujuannya penggunaan anggaran tersebut lebih terarah.
“CSR ini belum terkoordinir dan pihak
perusahaan langsung memberikan kepada masyarakat secara langsung.
Sehingga peruntukannya pun tidaklah jelas,” ungkap Syafrudin, Jum’at
(20/9/2019).
Syafrudin menegaskan, penggunaan dana
CSR tersebut akan digunakan untuk bantuan sosial masyarakat kurang
mampun dan pembangunan Infrstruktur.
Selain itu, program tersebut juga akan
dijalankan pada tahun 2020.”Nanti yang menjalankan Disnaker di 2020,
dengan membentuk Tim. Tapi harus diingat, anggaran ini khusus untuk
masyarakat di Kota Serang,” tutupnya.
