Tim e-Sport asal Indonesia, Island of God (IOG) berhasil menjuarai turnamen Free Fire Asia Invitational 2019. (Istimewa / Istimewa)
|
TANGERANG-Tim e-Sport asal Indonesia, Island of God (IOG), kembali menunjukkan
taringnya di mata dunia. Kali ini, bendera Indonesia berhasil berkibar
di kejuaraan bergengsi Free Fire Asia Invitational 2019.
Setelah mengalahkan 12 tim, IOG berhasil mengangkat trofi kemenangan
dan berhak membawa pulang hadiah uang tunah sejumlah Rp713 juta.
Dari delapan ronde yang dimainkan, tim IOG yang terdiri dari
Cavella, Rul's, Hen'st, dan Kids (nickname dalam game) itu, sempat
keteteran di awal baban.
Sampai akhirnya mereka baru terlihat menunjukkan skillnya di ronde
keempat. Mereka langsung berhasil mendapatkan "Booyah" (sebutan untuk
juara satu dalam pertandingan Free Fire) di babak ke 4 dan 5.
Seorang penonton sekaligus pemain Free Fire, Hasan, 27, merasa puas dengan permainan yang ditunjukkan oleh tim Indonesia ini.Deg-degan lihat pertandingannya. Tapi memang kalau tim Indonesia di
awal babak masih melihat permainan lawan. Baru mulai di pertengahan
mereka menunjukkan skillnya," jelas Hasan, Sabtu (7/9/2019).
Hasan yang juga menjagokan tim dari Indonesia lainnya, menyayangkan atas nasib RRQ Poseidon yang kurang baik.
"Evos seharusnya bisa menang, tapi kurang beruntung aja dengan
zonanya. Dan RRQ yang juga diunggulkan malah bermain kurang bagus dari
awal pertandingan. Permainan mereka (RRQ) berantakan," kata Hasan yang
mempunyai nickname LC•aghita dalam Free Fire.
Perwakilan Indonesia lainnya, Evos Roar yang memegang tittle sebagai
juara dunia, harus cukup puas di peringkat ke-3, sedangkan RRQ Poseidon
hanya berada di urutan ke-10.
Meski demikian, Hasan tetap puas dengan hasil dan permainan yang telah ditunjukkan dari ketiga tim asal Indonesia tersebut.
"Tetap puas, juara tetap berada di tangan Indonesia. Artinya kan
Indonesia masih punya taring di Internasional, khusus pada game Free
Fire ini," pungkasnya
