SERANG – Pencarian santri asal Pondok Pesantren (Ponpes)
Arrosydah, Cikupa, Kabupaten Tangerang, yang terseret ombak Pantai
Karangbolong, Kabupaten Serang, membuahkan hasil. Wildan Pratama (12) ditemukan
dalam keadaan meninggal dunia, Jumat (30/8).
Petugas gabungan dari Direktorat Pol Air Polda Banten dan Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menemukan jasad
korban mengambang sekira tiga mil dari arah utara Pantai Karangbolong.
“Jasadnya sudah ditemukan tadi sekira pukul 15.59 WIB. Korban
ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kasubsi Ops Basarnas Banten
Hairu Amir kepada Radar Banten, kemarin.
Kamis (29/8) lalu, tiga santri Ponpes Arrosydah dilaporkan terseret
arus Pantai Karangbolong. Sebelumnya, ketiga santri bernama Roky (13),
Arif Turtusi (14), dan Wildan Pratama beserta rombongan santri lainnya
berwisata dengan berenang di Pantai Karangbolong.
Namun, ketiga santri itu terseret ombak sekira pukul 14.30 WIB. Roky
berhasil diselamatkan. Sementara Arif Turtusi dan Willdan Pratama
terseret hingga ke tengah laut. Satu jam kemudian Arif Turtusi ditemukan
dalam kondisi meninggal dunia. “Korban pertama sudah ditemukan kemarin
(Kamis-red),” kata Hairu.
Sementara Wildan Pratama baru ditemukan oleh tim gabungan dari tim
Rescue KKP Banten, Ditpolair Polda Banten, BPBD Kabupaten Serang,
Balawista, dan masyarakat, kemarin (30/8). Penyisiran dilakukan ke arah
utara pinggiran pantai sejauh tiga nautical miles (NM) dari lokasi.
Petugas juga mencari korban ke tengah laut arah utara menggunakan
perahu karet sejauh lima NM dari lokasi. “Pencarian terhadap korban
melibatkan pihak dari kepolisian, BPBD, masyarakat, KKP Banten, dan
Balawista,” tutur Hairu.
