![]() |
| Bus TransJakarta di Poll Pondok Cabe terbakar. |
TANGERANG KOTA-Direktur Utama PT Transportasi Jakarta
(Transjakarta) Agung Wicaksono menyebut, puluhan bus yang berlogo
Transjakarta dan terbakar di Kota Tangerang Selatan bukan milik Pemprov
DKI. Sebab kerjasama salah satu operator itu dengan PT Transjakarta
telah berakhir pada 2014.
"Bukan bus Transjakarta lagi, kontraknya dimulai dari 2007 lalu. Dan
sekarang sudah habis karena hanya tujuh tahun masa kontraknya," kata
Agung saat dihubungi, Sabtu (28/9).
Selama ini bus yang digunakan dalam pengoperasian Transjakarta bukan
hanya milik PT Transjakarta. Sehingga bila terjadi kebakaran seperti
yang terjadi di Tangerang Selatan menjadi tanggung jawab setiap
operator.
Selain itu, masa kontrak PT Transjakarta dan operator berbeda-beda mulai dari lima hingga tujuh tahun.
Agung menyebut terdekat lima operator bus yang bekerjasama dengan PT
Transjakarta. Di antaranya yakni PT Steady Safe, Pahala Kencana, Damri,
Mayasari Bakti, dan PPD.
"Apalagi dikontrak sudah selesai, sehingga hubungan kerjasama (bisnis) sudah selesai," ucapnya.
Sementara itu, Agung menyebut bus milik PT Transjakarta hanya
berjumlah 900 unit. Sedangkan dari kelima operator berjumlah 1.600 bus.
"Tapi kalau ditambah mikro trans yang sekecil angkot bisa mencapai 3.000
unit," jelas Agung.
Sebelumnya, Puluhan bus TransJakarta yang tidak lagi beroperasi,
terbakar hebat di Pol Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang
Selatan, Jumat (27/9).
Puluhan bus Transjakarta yang sudah menjadi bangkai itu terbakar dengan cepat lantaran bus terpakir berdempetan.
"Apinya cepat membesar. Dan langsung merambat ke bus-bus lain karena
terparkir berdekatan," kata Kapolsek Pamulang, Kompol Hadi Supriatna,
Jumat (27/9).
Hadi menerangkan, dari data sementara yang diperoleh, sudah 26
bangkai bus yang terbakar. Sementara petugas dari Dinas Kebakaran masih
terus berupaya melakukan pemadaman.
