SERANG,(KB).- Satu unit odong-odong yang mengangkut
29 orang yang teridiri atas murid serta orang tua dan guru Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD) At Taqwa dari Desa Pancaregang Kecamatan Tunjung
Teja, terguling di tanjakan Pasir Menyan, Kampung Ciawi Desa Sukaratu,
Kecamatan Cikeusal, Jumat (27/9/2019) sekitar pukul 10.30 WIB.
Akibatnya, puluhan orang mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi, odong-odong yang dikendarai Taryono, warga
Desa Bentar, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes tersebut, terguling
karena tak kuat menanjak. Mobil odong-odong jenis pikap bernomor polisi D
8068 VS tersebut, disewa PAUD AT Taqwa untuk berwisata ke Taman Mahkota
Ratu di Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal.
Perjalanan dari PAUD dimulai sekitar pukul 09.30 menuju lokasi.
Sekitar pukul 10.30 WIB odong-odong tersebut meninggalkan lokasi objek
wisata dan menuju pulang ke PAUD. Namun dalam perjalanan, odong-odong
terguling di Tanjakan Pasir Menyan, Kampung Ciawi,
Kepala Desa Sukaratu Kecamatan Cikeusal Irman Supriatman mengatakan,
peristiwa nahas itu bermula saat odong-odong tersebut berwisata ke taman
mahkota ratu di Desa Sukaratu. Namun sepulang dari berwisata, kendaraan
tersebut tidak sanggup menanjak dan akhirnya terguling.
“Iya itu sudah diingatkan sama pengelola (taman mahkota ratu) juga,
termasuk ibu guru PAUD suruh turun jangan dipaksakan. Tapi pihak
odong-odong kekeuh bae dan enggak kuat nanjak. Selip terus mundur lagi.
Akhirnya terbanting juga karena beban lebih,” ujarnya kepada Kabar
Banten.
Irman menjelaskan, odong-odong tersebut baru kali pertama membawa
anak-anak yang hendak berwisata. Pihak odong-odong, juga tidak melakukan
komunikasi dengan pengelola taman sebelum datang. “Itu baru kali ini,
ngedadak,” ucapnya.
Akibat peristiwa itu, kata dia, sekitar puluhan korban mengalami
luka-luka. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Cikeusal untuk
mendapatkan perawatan medis. “Masih rame tadi juga di puskesmas. Itu
sekolah PAUD dari Tunjung teja. Sudah sering (anak anak wisata ke taman
mahkota ratu) tapi baru ini pakai odong-odong,” katanya.
Kepala Puskesmas Cikeusal Dwi Joko mengatakan, pada peristiwa itu ada
29 penumpang yang mengalami luka-luka. Semuanya mengalami luka ringan
seperti lecet, robek dan luka di kepala. “Semua sudah ditangani, ada
yang dijait. Tapi enggak ada yang parah hanya robek di kepala dan
dijait,” ujarnya.
Joko mengatakan, untuk saat ini semua korban sudah dipulangkan ke
rumah masing-masing. Dari korban tersebut bukan hanya anak-anak tapi ada
juga ibu ibu. “Waduh saya enggak tahu (berapa anak berapa ibu-ibu. Tapi
alhamdulillah sudah diizinkan pulang. Tadi Pak Kapolsek sama pak Camat
juga sudah kesini,” ucapnya.
Kapolsek Cikeusal AKP Mulyanto mengatakan, mobil odong-odong tersebut
dikendarai oleh Tarjono yang tinggal di Cibadak, Kabupaten Lebak. Saat
ini pengendara masih diperiksa oleh Polres Serang. “Sementara pemilik
diamankan, kasusnya ditangani lakalantas Polres Serang untuk dimintai
keterangan, mobil juga diamankan,” ujarnya.
