SERANG – Menanggapi tingginya antusiasme wisatawan
Negeri di Atas Awan (NDA), Gubernur Banten Wahidin Halim
menginstruksikan jajarannya agar menyegerakan pembangunan fasilitas
umum, parkir, area foto, dan berbagai fasilitas pengamanan di lokasi
tersebut untuk menunjang aktivitas pengunjung.
“Kami telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Lebak agar ada imbauan
kepada pengunjung bahwa lokasi tersebut masih dalam tahap pembangunan
infrastruktur baik jalan maupun sarana penunjang lainnya. Ini sebagai
langkah antisipasi menghindari hal yang tidak diinginkan,” ungkap
Wahidin Halim.
Gubernur juga mengimbau masyarakat agar bersabar setelah pembagunan
infrastruktur selesai dilaksanakan. Bagi yang akan berkunjung ke sana
memang harus mengetahui informasi secara jelas dan perlu memahami secara
rinci jika Negeri di Atas Awan merupakan area yang baru terbuka dengan
berbagai fasilitas wisata yang masih minim dan hanya dikelola secara
lokal oleh warga setempat.
“Sehingga, perlu benar-benar prepare segala perbekalan sebelum berangkat menuju NDA, apalagi jika membawa balita, terutama bagi yang ingin melihat sunrise pada pagi hari dan harus menginap di tenda-tenda yang disediakan warga karena belum ada penginapan atau cottage,” jelasnya.
Lantaran kekuatan media sosial yang terus menampilkan wisata Negeri
di Atas Awan (NDA), Citorek, Lebak, menyebabkan antusiasme masyarakat
untuk berkunjung dan melihat langsung destinasi wisata baru di Banten
itu semakin hari semakin bertambah. Kendati hingga saat ini Gubernur
Banten Wahidin Halim tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur dan
penyediaan sejumlah fasilitas pendukung, namun melebihi animo masyarakat
untuk berbondong-bondong merasakan langsung suasana wisata alam NDA
yang tidak semua daerah di Indonesia memilikinya.
“Saya bersyukur sekaligus bangga bahwa destinasi wisata baru ini
banyak diminati masyarakat. Akan tetapi, masyarakat ada baiknya
mendapatkan informasi akurat bahwa tempat itu masih baru dan belum
dilengkapi banyak fasilitas, baru sebatas dikelola warga setempat.
Sehingga, jika ingin kesana harus mempersiapkan perbekalan dengan baik,”
jelas Gubernur.
Gubernur mengaku terkejut dan tidak menyangka bahwa antusiasme
masyarakat semakin meningkat dengan cepat. Saat ini, pembangunan jalan
beton yang melewati wilayah tersebut baru mencapai dusun Ciusul, desa
Citorek Kidul dan jalan menuju puncak masih dalam tahap pengerasan. Oleh
karenanya, Gubernur mengimbau agar pengunjung dapat lebih berhati-hati
melintasi jalur yang masih dalam proses pembangunan tersebut.
Gubernur menjelaskan, kawasan wisata NDA berada tepat di bawah kaki
Gunung Halimun-Salak. Sementara, pembangunan ruas jalan menuju Citorek
merupakan jalan yang menghubungkan Lebak wilayah utara dan Lebak
Selatan, sehingga dapat memudahkan akses warga setempat ke berbagai
daerah lantaran hampir berbatasan dengan Bogor, Jawa Barat.
Untuk jalan Cipanas-Warung Banten yang membelah gunung bekas
pertambangan emas PT Antam Cikotok tersebut sebelumnya merupakan jalan
yang dimiliki PT. Antam, yang sejak tidak beroperasi menyerahkan asetnya
kepada Provinsi Banten.
“Negeri di Atas Awan ini memang tidak seperti wisata Dieng yang harus berjalan kaki menuju puncak agar dapat menikmati sunrise dan awan. Tapi NDA merupakan wilayah lintas Alam, di mana kita bisa menikmati sunrise dan
gumpalan awan dengan tetap berada di dalam mobil saat melintas, ibarat
kita sedang berada di dalam pesawat terbang yang sedang mengudara. Dan
sebelum menuju puncak gumpalan awan kita melewati satu wilayah yang
tertutup kabut dan jika pada siang hari nya dapat terlihat dari puncak
saat awan menghilang,” paparnya.Gubernur menambahkan, bagi yang tetap penasaran ingin mengunjungi wisata
Negeri di Atas Awan, Citorek Kidul, Lebak saat ini, diharapakan untuk
tidak terlalu berekspektasi lebih karena kondisi destinasi ini baru
sebatas “instagramable“, dan merupakan lintas wisata alam yang dapat dicapai dari Tangerang ataupun Serang selama kurang lebih 4 jam.
