LEBAK, (KB).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Lebak akan menuntaskan pembangunan sekolah yang mengalami
kerusakan, mulai dari tingkat SD dan SMP di Tahun 2019. Alokasi
pembangunan maupun rehab sekolah rusak tersebut mencapai sebesar Rp 70
miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Keuangan
(Bankeu) Provinsi Banten.
“Tahun ini kita akan fokus menuntaskan pembangunan sekolah-sekolah
yang mengalami kerusakan mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun jenjang
Sekolah Menengah Pertama (SMP),” Kata Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi, di Rangkasbitung, Ahad
(22/9/2019).
Dia menyebutkan, tahun ini sebanyak 202 SMPN dan 778 SDN bangunan
yang sudah tercatat di disdikbud dengan kondisi rusak berat, sedang dan
ringan akan diperbaiki secara tuntas. Intinya, kata dia, di tahun ini
pihaknya akan tuntaskan pembangunan sekolah pada jenjang SD dan SMP
berdasarkan data yang sudah tercatat. Namun jika ada yang terlewatkan,
kemungkinan sekolah tersebut tidak terdata atau diverifikasi.
Terkait penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Wawan
menjelaskan, untuk penggunaan anggaran tersebut disdik fokus kepada
peningkatan mutu honor Guru Tidak Tetap (GTT) sekitar Rp 30 miliar. Dia
mengatakan, tahun ini disdikbud secara keseluruhan akan mengeluarkan
anggaran sebesar Rp 100 miliar yang terbagi dalam beberapa program.
Anggaran senilai Rp 100 miliar tentunya disalurkan ke beberapa
program. Di antaranya Rp 20 miliar dari anggaran DAK untuk pembangunan
tingkat SMP yang terdiri atas penambahan ruang kelas baru (RKB) sebanyak
lima ruang, rehab ruang kelas dengan jumlah 120 ruang, rehab
laboratorium IPA sebanyak 10 ruang dan untuk pembangunan SD senilai Rp
40 miliar. Selain itu, Rp 10 miliar dari Bankeu dan APBD senilai Rp 30
miliar.
