JAKARTA-Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
memastikan bahwa rumah susun milik (rusunami) Klapa Village, Jakarta
Timur tidak akan bisa disalahgunakan untuk disewakan atau dijual kembali
oleh pemiliknya.
Menurutnya, sudah ada regulasi khusus yang disiapkan pihak Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta dan terkait untuk mencegah hal itu terjadi.
"Jadi ada mekanisme untuk menahan (penyimpangan itu)," ujar Anies di Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, Sabtu (31/8).
"Tapi kalau melihat mereka, mereka sedang bersyukur sekali punya
rumah. Jadi mudah-mudahan sih rasanya tidak dalam posisi ingin menjual
lagi," lanjutnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta,
Kelik Indriyanto menjelaskan, rusunami ini diharapkan tidak untuk
investasi. Tujuan awal dibangunnya rusunami itu yaitu agar warga bisa
memiliki rumah pertama mereka.
Proses seleksi pun dilakukan dengan ketat agar hanya mereka yang membutuhkan yang bisa menempati rusunami itu.
"Untuk mekanisme kembali dijual pun tidak mudah, nanti akan harus
melewati BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) kita, tidak bisa langsung ke
tangan orang lain lagi. Itu mungkin untuk mencegah adanya penggunaan
rumah ini untuk investasi," kata Kelik.
Anies menambahkan, bila ada warga yang mau menjual rusunaminya, maka
dia harus menjualnya kembali kepada BLUD dan tak bisa ke pihak lain. Hal
ini untuk menghindari kemungkinan disalahgunakannya rusunami.
"Lalu BLUD nanti bisa menawarkan unit itu kepada orang baru yang mau
mengambil rumah ini. Jadi dengan begitu, tidak terjadi seperti yang kita
saksikan di beberapa tempat. Di beberapa tempat itu program pemerintah
rumah murah, setelah dimiliki lalu dijual lagi," ungkap Anies.
"Dan yang repot kalau yang membeli 10 unit langsung, atau 15 unit
langsung, lalu ditahan 2-3 tahun sebelum dijual lagi. Tidak memenuhi
tujuannya. Alhamdulillah kita sudah siapkan mekanismenya," dia
mengakhiri.
Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat
