Iklan

WH Nilai Deklarasi Anti Kerusuhan Tak Penting

Senin, 24 Juni 2019, Juni 24, 2019 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:16Z

SERANG-Pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) priode 2019-2024, yang menyebabkan tragedi kerusuhan pada 22 Mei 2019. Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) menilai peristiwa biasa dalam demokrasi. Dengan demikian, tidak perlu dibesar-besarkan. Terlepas dari itu, himbauan anti kerusuhan menurutnya tidak peru dilakukan. Sebab, lanjut WH, masyarakat bakal sadar dengan sendirinya.
“Apalagi, sekarang sudah memasuki Mahkamah Konstitusi (MK). Semua keputusan MK, saya yakin akan diterima masyarakat. Jadi tidak perlu di himbau dan di panas-panasin. Biar semua sadar sendiri,” ungkapnya seusai halal bi halal di Gedung MUI Banten, Senin (24/06/2019).
WH juga menjelaskan, bahwa tujuan utama dalam Pilpres priode 2019-2024 adalah menguatkan rasa persatuan dan kesatuan umat, dalam merajut Kebhinekaan pasca kerusuhan pemilu seusai pemilu.
“Saya kira, istilah 01, 02, dan lainnya sudah tidak ada. Kita sekarang 03 yaitu, menjaga Persatuan Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Banten, KH. M Romli menyatakan, untuk meningkatkan jalinan silaturahmi dan meningkatkan ukhwah islamiyyah dengan ulama dan umaro se-Provinsi Banten, diperlukan kebersamaan.
“Maka itu, kegiatan kali ini untuk mempererat hubungan silaturahmi dalam rangka meningkatkan keakraban dan kekeluargaan antara Pemerintah Provinsi Banten dengan unsur Forkompinda, Para Ulama, Tokoh Agama, Ormas Islam dan Tokoh Lintas agama,” tandasnya
Komentar

Tampilkan

  • WH Nilai Deklarasi Anti Kerusuhan Tak Penting
  • 0

Terkini

Topik Populer