Iklan

PPDB SMA/SMKN di Banten ‘Overload’, 124.410 Peserta Terancam tak Lolos

Selasa, 18 Juni 2019, Juni 18, 2019 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:18Z


SERANG, (KB).- Sebanyak 124.410 calon siswa yang mengikuti Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di SMAN/SMKN di Banten terancam tidak lolos atau tersingkir dari sekolah negeri. Sebab, PPDB 2019 di sekolah negeri ‘overload’ akibat daya tampung yang tidak sebanding jumlah kelulusan SMP/MTs.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), daya tampung sekolah hanya 68.126 siswa yang terdiri atas 150 sekolah dengan kapasitas 40.962 siswa dan 75 SMKN dengan kapasitas 27.164 siswa. Sementara, lulusan SMP/MTs mencapai 192.536 siswa dari 2.412 SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rudi Prihadi mengatakan, jumlah lulusan SMPN dan MTs lebih banyak dibandingkan dengan jumlah daya tampung di SMAN/SMKN. Begitu juga dengan lulusan SD yang akan masuk ke SMPN.
“Siswa yang tidak tertampung tersebut akan diterima di sekolah swasta ataupun sekolah yang belum mencukupi kuota. Dengan jumlah lulusan yang lebih banyak, makanya ada seleksi masuk ke sekolah negeri, seperti pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan tiga jalur yakni jalur zonasi, prestasi dan perpindahan orangtua,” kata Rudi Selasa (18/6/2019).
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum SMP Disdikbud Kabupaten Serang Cahyono mengatakan, kuota penerimaan siswa baru di 92 SMPN dan Satu atap (Satap) di Kabupaten Serang sebanyak 13.632 siswa. Sementara lulusan Sekolah Dasar (SD) mencapai 26.902. Separuh dari total lulusan SD, tentu akan diterima di sekolah swasta atau masuk ke MTs dan pondok pesantren.
“Di tahun-tahun sebelumnya itu ada 17 ribu siswa dapat tertampung di SMPN dan Satap. Untuk sekolah swasta dapat menerima 4-5 ribu siswa. Sarana prasarana yang utama itu kelas, biasanya ada sekolah yang belum memenuhi syarat yakni ruang kelas belum memadai,” tuturnya.
Ia berharap, lulusan SD dapat tertampung di SMPN yakni 18 ribu dari total lulusan SD. Sementara, 8 ribu siswa yang belum diterima di SMP Negeri akan mendaftar ke sekolah swasta ataupun ke pondok pesantren dan MTs.
“Rombongan belajar (rombel) untuk SMPN dan Satap mencapai 426 orang. Menerima siswa baru juga melihat dari sarana prasarana di sekolah tersebut agar tertampung. Selain itu juga masih ada kelengkapan sekolah yang belum tersedia yakni seperti perpustakaan dan laboratorium,” katanya.
Belum maksimal
Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten menilai, PPDB online tingkat SMA/SMK dan SMP belum maksimal. Alasannya karena belum terintegrasi dengan semua website sekolah, sehingga peserta harus datang kembali ke sekolah untuk melengkapi data.
“Kami belum menerima laporan terkait PPDB. Namun, kami menerima komplain terkait PPDB sistem zonasi. Online itu dari masing-masing sekolah, sehingga PPDB tidak semua website sekolah terintegarsi,” kata Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Banten Bambang P Sumo saat dihubungi Kabar Banten, Selasa (18/6/2019).
Ia menjelaskan, tidak terintegrasinya PPDB dengan website sekolah membuat peserta yang mendaftar di SMAN 1 tidak bisa terlihat di SMAN 2 atau SMAN 3. Jika misalnya calon siswa ingin mencabut berkas di online, harusnya tidak perlu daftar lagi. Akan tetapi, lapor khusus bahwa data tersebut sudah masuk di PPDB.
Namun untuk cabut berkas itu, harus daftar lagi. Hal itu membuat PPDB tidak terintegrasi dengan semua web sekolah.
“PPDB harus terintegarsi agar memudahkan pelayanan publiknya, jadi masyarakat atau calon siswa tersebut bisa dimudahkan. Kalau tidak diterima tinggal lapor siswa tersebut ingin pindah di SMAN 3 langsung datang karena data tersebut sudah ada dan tercantum disana,” tuturnya.
Ia berharap, sistem memudahkan masyarakat dalam mendaftar itu perlu diperhatikan dan PPDB itu lebih kepada integrasi. Selain itu, PPDB juga tidak ada jual beli kursi. “Belum ada laporan, tapi yang pasti tidak ada jual beli kursi, karena terdengar kabar seperti itu,” tuturnya.
Komentar

Tampilkan

  • PPDB SMA/SMKN di Banten ‘Overload’, 124.410 Peserta Terancam tak Lolos
  • 0

Terkini

Topik Populer