Iklan

Pencarian Korban Longsor Terkendala Cuaca

Rabu, 02 Januari 2019, Januari 02, 2019 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:44Z

EVAKUASI KORBAN - Personel gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor dengan alat berat di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1). Peristiwa bencana alam tersebut menyebabkan sebanyak 63 orang selamat, 15 orang meninggal dunia, dan 20 orang masih belum ditemukan.
SUKABUMI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan cuaca menjadi salah satu penghambat dalam pencarian korban longsor yang terjadi di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Selain itu penghambat lainnya yaitu longsor susulan masih terjadi meski intensitasnya kecil, kondisi tanah rapuh dan berlumpur akibat hujan serta hambatan lainnya, seperti komunikasi yang masih sulit dan listrik yang masih padam di daerah tersebut. “Namun demikian pencarian korban dan penanganan pengungsi terus dilakukan oleh tim gabungan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (1/1).
Seperti diketahui, tanah perbukitan Gunung Surandil tiba-tiba longsor menerjang permukiman warga di kampung adat tersebut pada Senin (31/12). Sebelumnya, di daerah itu turun hujan seharian. Sementara itu, Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung telah menerjunkan personel dibantu petugas gabungan untuk mencari para korban bencana tanah longsor di Cisolok secara manual.
“Sampai saat ini pencarian masih dilakukan secara manual karena alat berat belum bisa masuk ke titik lokasi longsor karena akses jalan sulit,” kata juru Bicara Basarnas Bandung, Joshua Banjarnahor. Tim dari Kantor Basarnas Bandung, Jakarta dan Kantor Pusat Basarnas telah diterjunkan untuk melakukan pencarian warga yang menjadi korban terdampak bencana tanah longsor di Cisolok.
Joshua menyampaikan, akses ke lokasi musibah longsor cukup sulit dengan kondisi jalan yang sempit sehingga menyulitkan kendaraan berat untuk masuk ke lokasi. Petugas lainnya sudah melakukan pengamanan untuk memudahkan akses mobil ambulance keluar masuk mendekati lokasi kejadian.
“Beberapa kilometer dari lokasi jalan sudah diblok dengan keamanan desa setempat untuk memudahkan akses ambulance masuk ke lokasi,” katanya. Ia menyebutkan, bencana longsor telah menimbun rumah penduduk yang berpenghuni 32 keluarga atau 101 jiwa. Hasil pencarian sementara, korban selamat 63 orang, korban luka berat tiga orang, meninggal dunia lima belas orang, dan 20 orang belum ditemukan.
Joshua mengimbau masyarakat atau keluarga korban untuk tidak mendekati lokasi longsor karena kondisi tanah yang masih labil. “Kami tidak mengharapkan longsor susulan namun kami tetap mengutamakan keselamatan,” katanya. Warga maupun sanak saudara yang ingin mengetahui nasib korban dapat mendatangi Posko Tanggap Darurat di Desa Sirnaresmi.
Selain itu, para petugas gabungan, termasuk wartawan untuk selalu memperhatikan keamanan diri ketika memasuki bencana longsor karena kondisi tanah masih labil. “Untuk memperhatikan keamanannya dikarenakan tanah labil dan berlumpur ditambah di bukit atas masih banyak materil tanah dan batu besar,” katanya.
Komentar

Tampilkan

  • Pencarian Korban Longsor Terkendala Cuaca
  • 0

Terkini

Topik Populer