Iklan

Innovative Government Award 2017, Kabupaten Lebak Masuk 10 Besar

Kamis, 02 November 2017, November 02, 2017 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:45Z
 
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, didampingi Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Asda II) Budi Santoso dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Virgojanthie, saat menyampaikan pemaparan di hadapan tim Innovative Government Award 2017 Pusat Litbang Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri penilai di Hotel Acacia Jakarta, Selasa (31/10/2017).*
LEBAK, (KB).- Kabupaten Lebak masuk posisi 10 besar innovative government award (IGA) 2017 yang diselenggarakan Pusat Litbang Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri yang telah menyaring tiga provinsi 10 kabupaten dan 10 kota terbaik dalam melahirkan inovasi sesuai dengan kebutuhan karakteristik daerah masing-masing yang sebelumnya lolos dalam tahapan penilaian profil daerah.
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya pada kesempatan tersebut memaparkan tiga inovasi yang sudah di terapkan pada kebijakan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam menunjang program Lebak Cerdas, Lebak Sehat dan Lebak Sejahtera. Pemaparan yang disampaikan Bupati Iti di hadapan tim penilai yang terdiri dari unsur Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Lembaga Administrasi Negara, Kementerian Riset dan Teknologi serta Universitas Indonesia di Hotel Acacia Jakarta, Selasa (31/10/2017).
Dalam pemaparannya, Bupati Lebak menyampaikan inovasi pemberian nomor register perangkat desa (NRPDes), kebijakan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 yang memerlukan pemerintahan desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka serta bertanggung jawab. ”Membangun negeri dari pinggiran dimulai dari pemerintah desa yang harus bisa menjadi miniatur pemerintah daerah. Permasalahan bergantinya kepala desa sering diikuti bergantinya perangkat desa. Hal itu perlu diantisipasi agar administrasi yang sudah berjalan dengan baik tidak terhambat karena pergantian perangkat desa,” kata Bupati Iti Octavia Jayabaya.
Bupati Iti mengakui masih banyak perangkat desa yang kurang memadai secara kualitas dan kuantitas. Belum tersedianya database perangkat desa dan belum jelasnya status perangkat desa, menjadi salah satu indikator terbitnya kebijakan pemberian NRPDes.Pada bagian lain bupati menjelaskan, inovasi undang jemput antar selamat (ujas) yang dilaksanakan di Puskesmas Cijaku, dapat mengurangi angka ibu dan anak dan menjalin kemitraan antara bidan dan dukun bayi dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Dijelaskan pula, Kabupaten Lebak sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Provinsi Banten, juga sebagai pemasok kebutuhan pangan bagi wilayah Jabodetabek. Untuk itu, Iti Octavia mengangkat mantri tani desa sebagai inovasi dalam rangka menjaga kesinambungan produksi pangan.
Sementara itu Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah Dr. Rochayati Khasan menjelaskan, program tahunan IGA ini terus ditingkatkan agar inovasi-inovasi yang telah berhasil meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan daerah tersebut bisa disebarluaskan dan memberikan inspirasi bagi pemerintah daerah lain di Indonesia.
Penganugerahan yang akan diserahkan kepada inovator terbaik pada Desember yang akan datang ini adalah untuk memberikan apresiasi atau penghargaan bagi kepala daerah yang dipandang telah berhasil melakukan upaya-upaya strategik inovatif dalam kepemimpinan daerah yang bermanfaat bagi publik dan meningkatkan kemandirian daerah.  Salah seorang anggota juri penilai Dr. Siti Hasanah mengatakan, program inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak sudah sesuai dengan karakteristik masalah dan spesifikasi kebutuhan masyarakat di daerah.
Komentar

Tampilkan

  • Innovative Government Award 2017, Kabupaten Lebak Masuk 10 Besar
  • 0

Terkini

Topik Populer