Iklan

Anggota DPRD Kota Serang Didemo Gara-gara Status di Media Sosialnya

Kamis, 06 Juli 2017, Juli 06, 2017 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:20Z

Aksi warga di depan DPRD Kota Serang, Kamis (6/7).
SERANG – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Jaga Ulama (ARJALAMA) menyampaikan aspirasinya di depan gedung DPRD Kota Serang, Kamis (6/7), menyikapi pernyataan anggota DPRD Kota Serang Firdaus Ghozali di akun media sosial Facebook.
Daddy Hartadi, salah seorang warga, mengatakan, anggota DPRD Kota Serang Firdaus Ghozali diduga kuat telah menghina, melecehkan, dan merendahkan kiai atau ulama di status media sosial Facebook yang dibuat pada 24 Juni 2017. Statusnya yaitu “Kiyai Al Mubah barokokok… kenang tabok sampe inbox nelpone ne kaya wong mabok… tak tabok maning bae lah tuman.”
“Jelas-jelas ada status dari akun resmi milik seorang anggota DPRD Kota Serang yang menghina, merendahkan, bahkan memperolok-olok kiai atau ulama. Di mana kiai dan ulama di Banten ini sungguh-sungguh dihormati,” jelasnya.
Dalam bahasa Sunda, terang Daddy, arti kata barokokok adalah pandir atau bodoh. Sementara kiai adalah pewaris nabi, yang mewarisi, menjaga dan menyiarkan ilmu agama dengan atau melalui ilmu. “Kok bisa anggota Dewan itu menyatakan bahwa kiai itu pandir atau bodoh, ini yang kami tidak bisa terima,” terangnya.
Pihaknya menginginkan agar Firdaus Ghozali segera ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. “Adilah semua para pemangku kebijakan, semua penegak hukum untuk menindak oknum ini supaya tidak menjadi keresahan di tengah masyarakat. Tidak terjadi kegaduhan. Tetap terjaga kondusivitas dan stabilitas di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Komentar

Tampilkan

  • Anggota DPRD Kota Serang Didemo Gara-gara Status di Media Sosialnya
  • 0

Terkini

Topik Populer