Iklan

Indonesia-Afghanistan Berpeluang Tingkatkan Kerja Sama Industri

Jumat, 07 April 2017, April 07, 2017 WIB Last Updated 2026-04-20T02:31:01Z
Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani menerima cenderamata berupa miniatur kapal pinisi disaksikan Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto (keempat kiri), Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan P. Roeslani (kanan)
 JAKARTA – Indonesia-Afghanistan berpeluang meningkatkan kerja sama industri. Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Afghanistan merupakan mitra dagang nonmigas terbesar di Asia Tengah.
Airlangga berharap ke depannya,  semakin banyak peluang kerja sama ekonomi dapat terjalin antara Indonesia dengan Afghanistan sehingga mampu meningkatkan total perdagangan serta mengoptimalkan keuntungan komparatif dan kompetitif bagi kedua negara.
”Kami berkomitmen untuk memperkuat dan melanjutkan kerja sama bilateral terutama di sektor industri. Sebagai negara yang sama-sama memiliki penduduk muslim yang besar, Indonesia menganggap Afghanistan sebagai saudara yang penting dalam hubungan politik maupun ekonomi,” kata Menperin pada acara Business Dialogue Indonesia-Afghanistan di Jakarta, Kamis (6/4).
Secara historis, Afghanistan memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia karena merupakan salah satu negara yang mengakui awal kedaulatan Republik Indonesia. Kedua negara telah menjalin hubungan yang baik selama 62 tahun dan berperan aktif menyukseskan Konferensi Asia Afrika tahun 1955.
Melalui dialog bisnis yang dihadiri perwakilan pemerintah dan pelaku usaha kedua negara, Menperin berharap  dapat menjadi ajang diskusi untuk saling membahas potensi kerja sama investasi.
Pada kesempatan tersebut, turut hadir Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani dan Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan P. Roeslani.
Dikatakannya, Pemerintah Afghanistan telah mengambil langkah reformasi untuk meciptakan iklim usaha yang kondusif. Oleh karenanya, pelaku bisnis Indonesia perlu melihat peluang dagang dan perluasan usaha ke negara tersebut.
“Yang masih potensial, antara lain sektor agrikultur, proyek infrastruktur, eksplorasi mineral, tekstil dan aneka, serta sektor industri kecil dan menengah,” tuturnya.
Sebaliknya, Menperin mengundang pelaku bisnis Afghanistan agar meningkatkan penanaman modal di Indonesia khususnya di industri manufaktur, mulai dari sektor barang konsumsi hingga barang modal. “Selain itu termasuk jasa perawatan untuk mendukung proyek infrastruktur di dalam negeri.
Merujuk data BKPM, nilai investasi Afghanistan di Indonesia pada periode 1 Januari 2010 hingga 30 Juni 2016 menempatkan pada peringkat ke-34 daftar investor asing di Indonesia.
Nilai tersebut lebih besar daripada nilai investasi Selandia Baru (peringkat ke-35), Norwegia (peringkat ke-36) atau Arab Saudi (peringkat ke-39) pada periode yang sama.
Komentar

Tampilkan

  • Indonesia-Afghanistan Berpeluang Tingkatkan Kerja Sama Industri
  • 0

Terkini

Topik Populer