Iklan

Harga Gabah di Kabupaten Serang Merosot

Jumat, 31 Maret 2017, Maret 31, 2017 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:03Z
 
Serang-Sejumlah petani yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Serang mengeluhkan harga gabah yang belakang ini merosot. Dalam kondisi kering, harga gabah ini berada dikisaran Rp 2.900 per kilogram dari harga semula rata-rata Rp3.500 sampai Rp4.000 ribu perkilogram‎.
Ketua KTNA Kabupaten Serang, Subagyo mengatakan, bahwa kondisi harga yang merosot ini bisa dijumpai saat-saat panen seperti ini, penyebabnya  bukan karena faktor cuaca yang fluktuatif atauapun hujan jarang turun. Tetapi, alasan utamanya adalah banyak gabah hasil panen yang sudah dibooking oleh tengkulak pada saat belum panen.
“Kondisi ini sudah lama terjadi, apabila panen serentak, ada ketidak samaan dalam harga antar kecamatan yang masing-masing kondisi ingin cepat dijual, selain itu juga masih ada system join dengan para pedagang dari luar Kabupaten Serang,” kata Subagyo kemarin.
Disinggung mengenai peran bulog yang memborong gabah diberbagai daerah, Subagyo menjawab  bahwa bulog juga mempunyai target dengan berpatokan pada  harga pokok penjualan (HPP).
“Yang menjadi pertanyaan, mampukah Bulog menampung gabah yang ada di Kabupaten Serang ini. Karena kalau dihitung dengan luasan tanam saat ini mencapai 91-95 ribu hektar. Kalau diasumsikan panen 1 hektar dirata-ratakan 5 ton sudah hampir 500 ribu ton,sedangkan target bulog itu sendiri sekitar dikisaran 50 ribu ton,” ujarnya.
Kata dia,harga gabah yang merosot tersebut adalah permasalahan klasik, dimana para petani selama ini kondisinya sudah sepetrti itu,dan pemerintah harus cepat tanggap.”Saya rasa pemerintah sudah tahu dengan kondisi seperti ini, walaupun BUMD dan lainnya turun ke lapangan untuk menyerap,tapi kalau melihat jumlah hasil panen maka belum mampu mengcover secara keseluruhan,” ujarnya.
Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang dari fraksi PKB Abdul Ghofur mengatakan, pemerintah dan petani harus duduk bersama menyikapi permasalahan tersebut,karena kalau tidak nasib para petani ke depan tidak akan jelas.
“Ini permasalahan klasik dan lama, pemerintah daerah harus turun ke lapangan dan duduk bersama untuk mencari solusi, sehingga jerih payah petani bisa dihargai dengan pantas.Kalau memang kendalanya diharga, silahkan dibicarakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan dirinya mendapat informasi sampai saat ini belum adanya kelompok pengusaha lokal yang secara kolektif membeli padi dari para petani di Wilayah Kabupaten Serang, menyebabkan para pemborong gabah dari luar daerah berdatangan untuk membeli padi para petani.
“Ibaratnya, para pemborong dari luar Kabupaten Serang membeli gabah, kemudian diolah menjadi beras, dijual lagi didaerah Serang dengan harga yang cukup tinggi. Selain itu, fluktuasi harga yang cendrung menurun menjadi alasan bagi para tengkulak untuk berburu padi di Wilayah Kabupaten Serang. Bagaimana caranya supaya harga padi yang diinginkan petani bisa standard an bisa mensejahterakan kehidupan para petani,” imbuhnya.
Komentar

Tampilkan

  • Harga Gabah di Kabupaten Serang Merosot
  • 0

Terkini

Topik Populer