Iklan

Kisah Muhammad Ali Taher: Saudagar Palestina yang Mengorbankan Seluruh Hartanya Demi Kemerdekaan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026, Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:56Z

 

KONTAK BANTEN – Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak hanya ditulis oleh perjuangan rakyat di dalam negeri, tetapi juga oleh dukungan tokoh-tokoh dari luar negeri. Salah satu sosok yang jarang diketahui publik adalah Muhammad Ali Taher, tokoh Palestina yang rela menyerahkan seluruh kekayaannya demi membantu perjuangan Indonesia merdeka.

Tokoh Palestina yang Mendukung Kemerdekaan Indonesia

Muhammad Ali Taher atau Mohamed Ali Eltaher lahir pada tahun 1896 di Nablus, Tepi Barat, Palestina. Ia dikenal sebagai saudagar kaya sekaligus tokoh media berpengaruh di Timur Tengah.

Ia dijuluki sebagai “raja media Palestina” karena perannya dalam dunia pers. Ali Taher pernah menerbitkan sejumlah surat kabar penting seperti Ashoura, Al-Shabab, dan Al-Alam Al-Masri yang aktif menyuarakan nasionalisme dan perjuangan bangsa-bangsa yang masih dijajah.

Kedekatan dengan Tokoh Indonesia

Muhammad Ali Taher memiliki hubungan dekat dengan sejumlah tokoh perjuangan Indonesia seperti H. Agus Salim, H. M. Zein Hassan, hingga Presiden Soekarno.

Melalui jaringan diplomasi dan medianya, ia aktif melobi negara-negara Arab agar memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui forum Liga Arab.

Rela Menyerahkan Seluruh Hartanya

Kisah paling mengharukan terjadi saat Indonesia menghadapi Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948.

Saat itu Ali Taher mengambil uang pribadinya dari Bank Arabia dan menyerahkannya kepada Mohamad Zein Hassan, Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia.

"Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia."

Tindakan tersebut menjadi simbol solidaritas kuat antara Palestina dan Indonesia yang dilandasi rasa persaudaraan serta kesamaan nasib sebagai bangsa yang pernah dijajah.

Penghargaan dari Indonesia

Atas jasa dan pengorbanannya, pemerintah Indonesia memberikan penghargaan tinggi kepada Muhammad Ali Taher. Pada tahun 1973, Presiden Soeharto menganugerahkan Bintang Mahaputera Adipradana, salah satu penghargaan sipil tertinggi di Indonesia.

Muhammad Ali Taher wafat pada tahun 1974 di Kairo, Mesir dan dimakamkan di tanah kelahirannya di Nablus, Palestina.


Sumber historis:

  • Buku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri – Moh. Zein Hassan
  • Artikel sejarah Intisari Online
Komentar

Tampilkan

  • Kisah Muhammad Ali Taher: Saudagar Palestina yang Mengorbankan Seluruh Hartanya Demi Kemerdekaan Indonesia
  • 0

Terkini

Topik Populer