IRAN - KONTAK BANTEN Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan gugur dalam sebuah serangan yang diduga melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Informasi tersebut memicu eskalasi politik dan militer di kawasan serta meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik terbuka.
Sejumlah analis menilai bahwa apabila ketegangan tersebut berkembang menjadi konflik terbuka, keseimbangan kekuatan militer kedua negara akan menjadi faktor yang sangat menentukan.
Kekuatan Personel dan Anggaran
Berdasarkan data Global Firepower, Iran memiliki sekitar 610.000 personel militer aktif. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan Israel yang memiliki sekitar 169.000 personel aktif.
Namun dari sisi anggaran pertahanan, Israel memiliki keunggulan signifikan. Belanja militer Israel tercatat sekitar US$34,6 miliar, sedangkan Iran berada di kisaran US$9,23 miliar.
Kekuatan Udara
Dalam sektor kekuatan udara, Israel memiliki sekitar 239 pesawat tempur, lebih banyak dibandingkan Iran yang memiliki 188 unit. Untuk helikopter serang, Israel juga unggul dengan 48 unit, sementara Iran memiliki sekitar 13 unit.
Keunggulan jumlah dan teknologi pada sektor udara ini sering dianggap sebagai salah satu fondasi utama pertahanan Israel.
Kekuatan Darat
Pada sektor darat, Iran unggul secara kuantitas dengan sekitar 2.675 unit tank, sedangkan Israel memiliki sekitar 1.300 unit.
Iran juga tercatat memiliki sekitar 75.939 kendaraan lapis baja, sementara Israel memiliki sekitar 62.380 unit.
Kekuatan Laut
Di bidang maritim, Iran memiliki sekitar 109 armada laut, sedangkan Israel memiliki sekitar 82 unit.
Iran juga memiliki sekitar 25 kapal selam, sementara Israel tercatat memiliki enam unit.
Potensi Dampak Kawasan
Pengamat hubungan internasional menilai bahwa meskipun Iran memiliki keunggulan dalam jumlah personel dan beberapa alutsista darat serta laut, Israel tetap unggul dari sisi teknologi militer dan besaran anggaran pertahanan.
Apabila konflik benar-benar terjadi, dampaknya diperkirakan tidak hanya terbatas pada kedua negara, tetapi juga berpotensi meluas ke kawasan Timur Tengah dan memengaruhi stabilitas global, termasuk sektor energi dan keamanan internasional.