SERANG, KONTAK BANTEN — Mohammad Boroujerdi, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, melakukan kunjungan silaturahmi dalam rangka Halal Bihalal dengan Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Embay Mulya Syarief, di kediamannya di Kota Serang, Senin (30/3/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian safari diplomatik Kedutaan Besar Iran di Provinsi Banten, yang sebelumnya juga menyambangi sejumlah tokoh agama dan lembaga pendidikan Islam.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Boroujerdi menyampaikan bahwa kunjungannya memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat kerja sama ekonomi serta menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Banten.
“Kedatangan saya ke sini selain dalam rangka tujuan ekonomi, juga ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan warga Banten terkait kondisi yang terjadi di Iran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hubungan antara Iran dan Indonesia, khususnya dengan masyarakat Banten, memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, baik di bidang perdagangan, energi, maupun kerja sama sosial budaya.
Selain itu, Boroujerdi juga berharap situasi yang tengah dihadapi Iran di kawasan Timur Tengah dapat segera membaik.
“Kami berharap dapat melalui situasi ini dengan baik dan mencapai hasil yang terbaik,” katanya.
Apresiasi terhadap Stabilitas Energi
Sementara itu, Embay Mulya Syarief menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Iran, khususnya terkait peran dalam menjaga stabilitas distribusi energi global.
Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak pada kestabilan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Iran. Kita bersyukur distribusi tetap berjalan, sehingga tidak berdampak pada lonjakan harga BBM di dalam negeri,” kata Embay.
Ia menilai, stabilitas energi global menjadi faktor penting yang berpengaruh langsung terhadap kondisi ekonomi nasional, termasuk daya beli masyarakat.
Soroti Konflik Timur Tengah
Dalam kesempatan tersebut, Embay juga menyampaikan keprihatinan terhadap konflik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Ia berharap ketegangan yang terjadi tidak terus meluas dan dapat segera diselesaikan melalui jalur diplomasi.
“Kami berharap konflik ini segera berakhir agar tidak berdampak luas, termasuk terhadap Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, Embay turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, serta mendoakan agar masyarakat Iran diberikan ketabahan dalam menghadapi situasi saat ini.
Ungkap Hubungan Historis Banten–Iran
Menariknya, dalam dialog tersebut juga dibahas hubungan historis antara Banten dan Iran yang telah terjalin sejak masa Kesultanan Banten.
Embay menyebut, terdapat keterkaitan budaya dan sejarah antara kedua wilayah, yang menjadi bukti adanya hubungan sejak masa lampau.
“Dulu Kota Banten Lama bahkan disebut sebagai Ispahan kedua. Ini menunjukkan adanya hubungan yang sudah terjalin sejak lama,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung sejumlah peninggalan sejarah di kawasan Banten Lama yang diduga memiliki pengaruh dari kebudayaan Persia.
Seruan Persatuan Umat Islam
Di akhir pertemuan, Embay mengajak seluruh umat Islam untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan mazhab.
Menurutnya, perbedaan antara Sunni dan Syiah tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan.
“Sesama muslim, nabinya sama, Al-Qurannya sama, kiblatnya sama. Jadi perbedaan yang ada bukan hal prinsip. Kita harus tetap bersatu,” tegasnya.
Perkuat Diplomasi dan Hubungan Sosial
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komunikasi antara perwakilan negara dengan tokoh masyarakat.
Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas serta mempererat hubungan sosial, budaya, dan ekonomi antara Iran dan Indonesia, khususnya di Provinsi Banten.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Boroujerdi menyampaikan bahwa kunjungannya memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat kerja sama ekonomi serta menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Banten.
“Kedatangan saya ke sini selain dalam rangka tujuan ekonomi, juga ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan warga Banten terkait kondisi yang terjadi di Iran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hubungan antara Iran dan Indonesia, khususnya dengan masyarakat Banten, memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, baik di bidang perdagangan, energi, maupun kerja sama sosial budaya.
Selain itu, Boroujerdi juga berharap situasi yang tengah dihadapi Iran di kawasan Timur Tengah dapat segera membaik.
“Kami berharap dapat melalui situasi ini dengan baik dan mencapai hasil yang terbaik,” katanya.
Apresiasi terhadap Stabilitas Energi
Sementara itu, Embay Mulya Syarief menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Iran, khususnya terkait peran dalam menjaga stabilitas distribusi energi global.
Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak pada kestabilan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Iran. Kita bersyukur distribusi tetap berjalan, sehingga tidak berdampak pada lonjakan harga BBM di dalam negeri,” kata Embay.
Ia menilai, stabilitas energi global menjadi faktor penting yang berpengaruh langsung terhadap kondisi ekonomi nasional, termasuk daya beli masyarakat.
Soroti Konflik Timur Tengah
Dalam kesempatan tersebut, Embay juga menyampaikan keprihatinan terhadap konflik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Ia berharap ketegangan yang terjadi tidak terus meluas dan dapat segera diselesaikan melalui jalur diplomasi.
“Kami berharap konflik ini segera berakhir agar tidak berdampak luas, termasuk terhadap Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, Embay turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, serta mendoakan agar masyarakat Iran diberikan ketabahan dalam menghadapi situasi saat ini.
Ungkap Hubungan Historis Banten–Iran
Menariknya, dalam dialog tersebut juga dibahas hubungan historis antara Banten dan Iran yang telah terjalin sejak masa Kesultanan Banten.
Embay menyebut, terdapat keterkaitan budaya dan sejarah antara kedua wilayah, yang menjadi bukti adanya hubungan sejak masa lampau.
“Dulu Kota Banten Lama bahkan disebut sebagai Ispahan kedua. Ini menunjukkan adanya hubungan yang sudah terjalin sejak lama,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung sejumlah peninggalan sejarah di kawasan Banten Lama yang diduga memiliki pengaruh dari kebudayaan Persia.
Seruan Persatuan Umat Islam
Di akhir pertemuan, Embay mengajak seluruh umat Islam untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan mazhab.
Menurutnya, perbedaan antara Sunni dan Syiah tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan.
“Sesama muslim, nabinya sama, Al-Qurannya sama, kiblatnya sama. Jadi perbedaan yang ada bukan hal prinsip. Kita harus tetap bersatu,” tegasnya.
Perkuat Diplomasi dan Hubungan Sosial
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komunikasi antara perwakilan negara dengan tokoh masyarakat.
Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas serta mempererat hubungan sosial, budaya, dan ekonomi antara Iran dan Indonesia, khususnya di Provinsi Banten.
