Iklan

Menangkal Radikalisme, Webinar Karang Taruna Bogor Harapkan Peran Pemuda

Senin, 19 Oktober 2020, Oktober 19, 2020 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:12Z

 


Karang Taruna - Bogor mengadakan Webinar tentang peran pemuda dalam menangkal radikalisme. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (19/10/2020).

Ketua acara Nanda A. Berkaitan dengan radikalisme, baru-baru ini Indonesia sedang diramaikan dengan aksi unjuk rasa terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja yang mendapat penolakan dari berbagai kalangan, namun demikian UU Cipta Kerja juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. UU Cipta kerja juga memiliki peran penting dalam memberantas radikalisme. 

UU Cipta Kerja adalah sesuatu yang krusial dan urgent dalam situasi pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Terutama untuk melindungi pekerja dari radikalisme ekonomi dan melindungi dunia usaha dari radikalisme sosial. Jika masyarakat mendapatkan pekerjaan yang layak dapat mengurangi kesenjangan sosial sehingga juga dapat meminimalisir masuknya ancaman radikalisme bahkan terorisme.

 Kegitan tersebut menggunakan platform Zoom dan siaran langsung di Platform Youtube. menghadirkan Rois Syuriah PCNU Kab. Bogor, Kyai Ahmad Ikrom dan Ketua Pusat Dakwah Al-Mahabbah, Khairy Fuady.

Menurut Kyai Ahmad Ikrom, Radikalisme merupakan suatu paham yang menjadikan Islam sebagai sumber kehidupan dalam berbagai hal. Peran pemuda “seringkali radikalisme disalah artikan sebagai gerakan teroris padahal di dunia barat, radikalisme digunakan untuk gerakan sosial” ungkapnya.

“sebagai pemuda, kita memiliki peran untuk menangkal radikalisme maka dari itu jangan jadi pemuda yang lemah. Selain itu, jangan sampai salah dalam memilih pergaulan dan juga harus mempunyai cita-cita yang tinggi dan harus memiliki keyakinan untuk meminimalisir radikalisme” tegas Ahmad Ikrom.

Senada dengan Kyai Ahmad Ikrom, Khairy Fuady juga mengatakan bahwa sebagai pemuda yang saat ini berada dir era disrupsi, banyak hal-hal baru yang tidak terpisah oleh zaman. “Sebagai Pemuda, kita memiliki peran untuk menangkal radikalisme, perbanyak baca buku secara mendalam dan melakukan diskusi untuk menambah pengetahuan” tuturnya.

Wulandari, salah satu peserta webinar mempertanyakan  tentang cara menangkal radikalisme di kempus. Mengingat banyaknya isu radikalisme yang ada di perguruan tinggi yang benyak mempengaruhi mahasiswa.
Khairy Fuady berpendapat bahwa harus adanya diskusi kelompok yang dilakukan mahasiswa. “Kita harus menurunkan tema diskusinya, sesuai yang dibutuhkan oleh mahasiswa terutama mahasiswa baru” ucap Khairy Fuady.

Selaras dengan pendapat Khairy, Kyai Ahmad Ikrom juga menyarankan untuk adanya diskusi yang pembahasannya menyangkut hal-hal ringan. “Karena diskusi kelompok mereka (radikal) banyak yang membahas tentang jodoh dan isu-isu yang diminati mahasiswa” pungkasnya.

Menyikapi tindakan dan paham radikalisme yang banyak terjadi di masyarakat, banyak hal yang dapat dilakukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan sosialisasi, namun ditengah pandemi saat ini, sulit untuk mengadakan sosialisasi dengan bentuk pertemuan langsung. Webinar menjadi salah satu solusi untuk mengadakan pertemuan secara jarak jauh dengan media daring.(Suherman )
Komentar

Tampilkan

  • Menangkal Radikalisme, Webinar Karang Taruna Bogor Harapkan Peran Pemuda
  • 0

Terkini

Topik Populer