Karang Taruna - Bogor mengadakan Webinar tentang peran pemuda dalam
menangkal radikalisme. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin
(19/10/2020).
Ketua acara Nanda A. Berkaitan
dengan radikalisme, baru-baru ini Indonesia sedang diramaikan dengan
aksi unjuk rasa terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja yang mendapat
penolakan dari berbagai kalangan, namun demikian UU Cipta Kerja juga
mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. UU Cipta kerja juga memiliki
peran penting dalam memberantas radikalisme.
UU
Cipta Kerja adalah sesuatu yang krusial dan urgent dalam situasi
pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Terutama untuk melindungi pekerja
dari radikalisme ekonomi dan melindungi dunia usaha dari radikalisme
sosial. Jika masyarakat mendapatkan pekerjaan yang layak dapat
mengurangi kesenjangan sosial sehingga juga dapat meminimalisir masuknya
ancaman radikalisme bahkan terorisme.
Kegitan
tersebut menggunakan platform Zoom dan siaran langsung di Platform
Youtube. menghadirkan Rois Syuriah PCNU Kab. Bogor, Kyai Ahmad Ikrom dan
Ketua Pusat Dakwah Al-Mahabbah, Khairy Fuady.
Menurut
Kyai Ahmad Ikrom, Radikalisme merupakan suatu paham yang menjadikan
Islam sebagai sumber kehidupan dalam berbagai hal. Peran pemuda
“seringkali radikalisme disalah artikan sebagai gerakan teroris padahal
di dunia barat, radikalisme digunakan untuk gerakan sosial” ungkapnya.
“sebagai
pemuda, kita memiliki peran untuk menangkal radikalisme maka dari itu
jangan jadi pemuda yang lemah. Selain itu, jangan sampai salah dalam
memilih pergaulan dan juga harus mempunyai cita-cita yang tinggi dan
harus memiliki keyakinan untuk meminimalisir radikalisme” tegas Ahmad
Ikrom.
Senada dengan Kyai Ahmad Ikrom, Khairy
Fuady juga mengatakan bahwa sebagai pemuda yang saat ini berada dir era
disrupsi, banyak hal-hal baru yang tidak terpisah oleh zaman. “Sebagai
Pemuda, kita memiliki peran untuk menangkal radikalisme, perbanyak baca
buku secara mendalam dan melakukan diskusi untuk menambah pengetahuan”
tuturnya.
Wulandari, salah satu peserta webinar
mempertanyakan tentang cara menangkal radikalisme di kempus. Mengingat
banyaknya isu radikalisme yang ada di perguruan tinggi yang benyak
mempengaruhi mahasiswa.
Khairy Fuady berpendapat bahwa harus
adanya diskusi kelompok yang dilakukan mahasiswa. “Kita harus menurunkan
tema diskusinya, sesuai yang dibutuhkan oleh mahasiswa terutama
mahasiswa baru” ucap Khairy Fuady.
Selaras
dengan pendapat Khairy, Kyai Ahmad Ikrom juga menyarankan untuk adanya
diskusi yang pembahasannya menyangkut hal-hal ringan. “Karena diskusi
kelompok mereka (radikal) banyak yang membahas tentang jodoh dan isu-isu
yang diminati mahasiswa” pungkasnya.
Menyikapi
tindakan dan paham radikalisme yang banyak terjadi di masyarakat,
banyak hal yang dapat dilakukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan
adalah dengan mengadakan sosialisasi, namun ditengah pandemi saat ini,
sulit untuk mengadakan sosialisasi dengan bentuk pertemuan langsung.
Webinar menjadi salah satu solusi untuk mengadakan pertemuan secara
jarak jauh dengan media daring.(Suherman )
