Iklan

Rapid Test di Banten, 201 Orang Terindikasi Positif Corona

Selasa, 07 April 2020, April 07, 2020 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:55Z

BANTEN-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten terus melakukan rapid test atau test cepat untuk mendeteksi penyebaran virus corona atau Covid-19.
Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji mengatakan, hingga Minggu (5/4/2020) malam, 4.185 orang sudah melakukan rapid test.
“Hasilnya, 3.984 non-reaktif dan 201 orang reaktif,” kata Ati dalam keterangannya, Senin (6/4/2020).
Ati mengatakan, hasil rapid test tersebut dikumpulkan dari 8 kabupaten dan kota di seluruh Banten. Rinciannya, Kabupaten Serang 783 non-reaktif dan 3 reaktif.
Kemudian, Kabupaten Tangerang 539 non-reaktif dan 135 reaktif. Kabupaten Lebak 54 non-reaktif dan 0 reaktif. Kabupaten Pandeglang 158 non-reaktif dan 1 reaktif.
Kemudian Kota Tangerang 2097 non-reaktif dan 53 reaktif. Kota Cilegon 185 non-reaktif dan 2 reaktif. Kota Serang 32 non-reaktif dan 0 reaktif. Terakhir, Kota Tangerang Selatan 136 non-reaktif dan 7 reaktif.
Menurut Ati, hasil reaktif tersebut berarti terindikasi positif terpapar virus. Namun, hasil itu berdasarkan rapid test, bukan sebagai penegak diagnostik.
Sesuai prosedur pemerintah, untuk benar-benar dikategorikan positif corona, seseorang harus melakukan satu kali rapid test lagi. Kemudian, jika hasilnya kembali positif, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan.
“Karena diagnosa pasti itu dilakukan pemeriksaan swab,” kata Ati.
Adapun, orang yang menjalani rapid test adalah orang yang diprioritaskan seperti pasien dalam pengawasan (PDP).
Hingga saat ini, berdasarkan data yang dipublikasi di situs web Infocorona.bantenprov.go.id, terdapat 132 kasus positif Covid-19 di Banten.
Sementara, PDP berjumlah 471 dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 3.336.
Komentar

Tampilkan

  • Rapid Test di Banten, 201 Orang Terindikasi Positif Corona
  • 0

Terkini

Topik Populer