Iklan

Sebaran Asap Karhutla sampai ke Serawak

Senin, 09 September 2019, September 09, 2019 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:37Z

KABUT ASAP KARHUTLA I Sejumlah kendaraan melintas di atas Jembatan Ampera yang diselimuti kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (8/9). Kabut asap tersebut merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
JAKARTA – Sebaran kabut asap akibat kebakaran hu­tan dan lahan (karhutla) yang terjadi kawasan Kalimantan Barat (Kalbar) terdeteksi sampai ke perbatasan Indonesia- Serawak dan Malaysia.
Asap dari karhutla pun sudah mengganggu jalur pener­bangan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Namun, “ekspor” asap dari Indonesia tersebut tak konstan karena tergantung dari arah angin.
“Ternyata asap fluktuatif masuk ke Serawak. Kadang ma­suk dan kadang tidak, tergantung arah angin dan sumber asap,” kata Plt Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Ba­dan Nasional Penanggulangn Bencana (BNPB), Agus Wibo­wo, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (8/9).
Agus menerangkan, sampai saat ini karhutla di sejum­lah wilayah Tanah Air masih terus membara. Pantauan ti­tik api (hotspot) oleh Lembaga Penerangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mendeteksi karhutla terparah masih berada di kawasan Borneo. Di Kalbar, pada Minggu pagi, masih tercatat adanya 782 titik api. Di Kalteng, sebaran kar­hutla masih terjadi di 544 titik, dan di Kalimantan Selatan (Kalsel) tercatat 66 hotspot.
“Kabut asap (di Kalimantan) menyebabkan jarak pan­dang yang pendek, sehingga beberapa penerbangan pesa­wat di Bandara Kalimantan Tengah terganggu,” kata Agus.
Karhutla di kawasan Sumatera pun masih ter­jadi. Masih dalam pantau­an Lapan, BNPB menga­takan konsentrasi sebaran api menurun di Riau de­ngan jumlah 85 titik, Ming­gu (8/9). Sehari sebe­lumnya, (7/9), pantauan menyebutkan adanya 201 titik api di Riau. Tetapi di Jambi, karhutla makin me­luas di 127 titik. Padahal sehari sebelumnya, seba­ran api hanya di 84 titik.
Di Sumatera Selatan (Sumsel), sebaran api me­nurun dari 126 titik (7/9), dan saat ini (8/9) masih terjadi di 52 titik. BNPB masih menebalkan seba­ran titik api di enam provinsi terawan karhutla, sebagai ben­cana kebakaran sedang dan tinggi.
Di beberapa provinsi seperti Riau mitasi dan pemada­man, serta upaya menekan jumlah titik api melibatkan tim riset dan teknologi, untuk memodifikasi cuaca. Rekayasa cuaca, dikatakan Agus, dilakukan untuk membuat hujan buatan sebagai sarana pemadaman yang alami.
Disegel Pemerintah
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehu­tanan, Siti Nurbaya Bakar, menyebut pihaknya telah me­nyegel 19 konsesi lahan di Provinsi Kalimantan Barat. Pe­nyegelan dilakukan lantaran diduga ada unsur kesengajaan pembakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
“Di Kalbar dilakukan law enforcement dan sudah 19 kon­sesi disegel,” kata Siti melalui keterangan tertulis, Minggu.
Siti mengatakan 99 persen kebakaran hutan dan lahan di Indonesia memang disebabkan kesengajaan perbuat­an manusia. Tidak hanya di Kalbar, karhutla akibat pem­bakaran secara sengaja juga diduga terjadi di Kalimantan Tengah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih mendalami dugaan tersebut hingga saat ini.
“Di Kalteng sedang didalami kebakaran dengan sebab-sebab yang mencurigakan. Sedang ditelusuri indikasi pem­bakaran secara sengaja dengan mempelajari jaringan kerja ‘kebakaran mencurigakan’ tersebut,” ujar Siti. sur/Ant/P-4
Komentar

Tampilkan

  • Sebaran Asap Karhutla sampai ke Serawak
  • 0

Terkini

Topik Populer