CILEGON, (KB).- Wakil Wali Kota Cilegon Ratu Ati
Marliati memberikan pesan bernuansa politik, pada acara Paripurna
Pengucapan Sumpah Janji Pimpinan DPRD Kota Cilegon, Rabu (25/9/2019).
Sosok yang digadang-gadang menjadi bakal calon Wali Kota Cilegon dari
Partai Golkar pada Pilkada Kota Cilegon 2020 tersebut, mengajak seluruh
anggota DPRD Kota Cilegon untuk bersatu dalam satu warna dan satu
kepentingan.
Pesan tersebut dilontarkan Ratu Ati kala memberikan sambutan dalam
rapat paripurna tersebut. Seluruh anggota DPRD Kota Cilegon dan para
tamu undangan merespons sambutan Ratu Ati dengan tepuk tangan.
Awalnya, dia menuturkan, jika dilantiknya unsur pimpinan DPRD Kota
Cilegon, menandakan jika fungsi legislatif pada DPRD Kota Cilegon telah
dapat dijalankan. Begitu juga berkaitan dengan Forum Komunikasi Pimpinan
Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon, maka anggota forum tersebut telah
kembali lengkap.
“Dilantiknya unsur pimpinan, maka lengkap sudah unsur pimpinan dan
forkopimda di Kota Cilegon. Tentu ini menjadi semangat baru proses
pemerintahan untuk bersama-sama menyelesaikan prioritas daerah yang
telah ditetapkan dalam RPJMD,” katanya.
Menurut dia, hubungan kemitraan antara legislatif dan eksekutif
selama ini berjalan harmonis, sehingga mampu memberikan kontribusi dan
andil besar dalam jalannya roda Pemerintahan Kota Cilegon.
“Ini terbukti dengan banyaknya prestasi yang diraih Pemkot Cilegon di
tingkat nasional, juga raihan WTP (wajar tanpa pengecualian) selama
enam tahun berturut-turut,” ujarnya.
Kemudian, dia berharap, agar seluruh anggota DPRD Kota Cilegon
menjadi satu warna dan satu kepentingan. Meskipun para anggota dewan
berasal dari berbagai partai politik.
“Walaupun DPRD, terdiri atas berbagai partai politik, tapi saya ingin
DPRD menjadi satu warna dan satu kepentingan, yaitu kepentingan untuk
menyejahterakan masyarakat Kota Cilegon,” ucapnya.
Usai mengajak para politisi tersebut bersatu dalam satu warna, dia
kemudian memberikan sanjungan atas keberhasilan jalannya pesta demokrasi
pada April 2019 lalu. Di mana saat itu, jalannya Pemilu Legislatif dan
Pemilu Presiden berjalan kondusif dan aman.
“Kami patut bersyukur, karena Kota Cilegon telah sukses melaksanakan
pesta demokrasi. Hal ini ditandai dengan kondusivitas yang terjaga, juga
tingginya tingkat partisipasi pemilih Kota Cilegon yang mencapai 85,14
persen, melebihi target nasional sebesar 77,5 persen,” tuturnya.
Terkait rentetan sambutan Ratu Ati, sejumlah anggota dewan menanggapi
beragam. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Cilegon
Abdul Ghoffar menuturkan, jika ajakan tersebut cukup positif.
“Bagi saya, sebagai sebuah lembaga yang diisi perwakilan-perwakilan
partai, setelah masuk ke gedung DPRD jangan lihat lagi bendera. Tapi,
fokus pada memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya.
Berbeda dengan Sekretaris Fraksi Kebangkitan Demokrat Rahmatulloh. Ia
menilai, jika sambutan Ratu Ati terselip pesan politik untuk
kepentingan pilkada. “Apakah memang ada pesan terkait pilkada, bisa
jadi. Tapi, itu sah-sah saja,” ujarnya.
Namun, dia lebih melihat dari sisi positif. Di mana Ratu Ati
berharap, agar eksekutif dan legislatif untuk bersatu demi kepentingan
rakyat. “Eksekutif bersatu dengan legislatif untuk kepentingan
masyarakat Cilegon, saya setuju untuk hal ini,” ucapnya.
Pada bagian lain, Sekretaris DPD Partai Golkar Sutisna Abbas
mengatakan, pihaknya menyerahkan penilaian akan sambutan Ratu Ati kepada
masyarakat.
“Boleh saja orang menerjemahkan ke arah pilkada. Tapi, inti dari
sambutan itu, adalah jika percampuran warna kalau masuk dalam satu
wadah, kan tidak lagi bicara warna. Tapi, apa kepentingan dari wadah
itu,” tuturnya.
