JAKARTA-Demo besar-besaran bakal digelar
mahasiswa di berbagai daerah termasuk Jakarta, memprotes pemerintah dan
DPR dalam pengesahan beberapa RUU kontroversial.
Hari ini, Senin (23/9/2019), sejumlah
pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berkumpul di Universitas
Trisakti untuk konsolidasi jelang demo yang akan dimulai hari ini dan
besok yang dipusatkan di DPR.
Menggunakan nama ‘Aliansi Mahasiswa
Indonesia’, para pimpinan mahasiswa ini berasal dari UI, Trisakti, UIN
Jakarta, UNJ, Universitas Pancasila, Unpam, UGM, dan lainnya. Bersamaan
itu, BEM di daerah juga sedang bersiap untuk aksi.
“Tanggal 24 ada banyak kampus yang
merapat kayak dari Bandung ada puluhan kampus. Mereka lagi konsolidasi
untuk besok merapat,” kata Ketua BEM UI, Manik Marganamahendra, di Tugu
Reformasi, Jakarta Barat.
Beberapa poin yang akan disampaikan
mahasiwa meliputi restorasi upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan
nepotisme (KKN), hingga isu HAM serta perlindungan sumber daya alam.
Terkait isu KKN, mahasiswa menilai
sempat ada kemajuan setelah reformasi dengan dibentuknya KPK, adanya
reformasi birokrasi, dan pengesahan UU Tipikor. Namun, mereka mereka
belakangan ini kembali terjadi kemunduran dengan adanya pengesahan
revisi UU KPK, banyaknya pasal bermasalah di revisi KUHP, hingga
pemilihan pimpinan KPK yang dipandang bermasalah.
Mahasiswa juga meminta adanya Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang (perppu) untuk menggantikan revisi UU
KPK. Sebab aturan yang baru disahkan itu dinilai melemahkan upaya
pemberantasaan korupsi.
Selain itu, mahasiswa juga meminta
dicabutnya draf RUU KUHP, mencabut pasal-pasal karet dalam UU ITE, dan
mendisiplinkan aparat negara untuk menjamin iklim penyampaian pendapat
yang demokratis.
Pemerintah juga dituntut untuk
memberikan perlindungan kepada sumber daya alam Indonesia, melaksanakan
reformasi agraria, hingga menghentikan kriminalisasi terhadap petani.
Terakhir, mahasiswa meminta pemerintah
merestorasi kesatuan bangsa dengan penghapusan diskriminasi antar etnis,
penghapusan kesenjangan ekonomi, dan memberikan perlindungan kepada
perempuan dengan mengesahkan Rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual.
“Karenanya kami hari ini di depan tugu
reformasi menuntut Presiden dan dewan perwakilan rakyat untuk segera
menuntaskan agenda reformasi, bukan mengorupsi reformasi. Salam
mahasiswa!” tegas Manik.
Selain demonstrasi pada hari ini,
kumpulan mahasiswa ini juga berencana menggelar aksi serupa pada Selasa
(24/9/2019). Dengan tuntutan yang sama, mahasiwa akan melakukan aksi di
dua lokasi yakni istana negara dan DPR RI.
“Pada tanggal 24 September di (sidang)
paripurna kami akan mengawal sidang rakyat di mana tanggal 24 ini jadi
puncak gerakan seluruh masyarakat dan mahasiswa untuk memberikan pesan
penuntasan reformasi,” pungkas dia.
