JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta
agar kepala daerah dan DPRD terbuka menerima setiap aspirasi yang
disampaikan kelompok masyarakat. Termasuk aspirasi dari mahasiswa yang
akhir-akhir ini gencar berdemonstrasi. Mahasiswa harus diterima dengan
terbuka. Bahkan diajak dialog.
“Kalau ada demo mahasiswa kami minta diterima dengan baik, diajak
dialog dengan baik, apa aspirasinya, sampaikan aspirasinya ke pusat
maupun ke DPR dan sebagainya,” kata Tjahjo usai menghadiri acara
penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian
Dalam Negeri dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), di Jakarta, Jumat
(27/9).
Membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, kata
Tjahjo, sangat penting. Pejabat jangan alergi dengan kritik. Karena
itu, buka komunikasi seluas-luasnya dengan seluruh komponen masyarakat.
Bila ada yang datang berunjuk rasa, terima dengan baik. Ajak dialog.
Jangan diabaikan.
“Saya kira ini membangun komunikasi, membangun dialog sangat penting.
Karena warga kita siapa pun itu ya sesama bangsa pasti akan bisa kita
selesaikan dengan baik. Bapak presiden juga sudah mau ketemu dengan
tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat misal yang ada di
Papua dan Papua Barat,” katanya.
Bahkan lanjut Tjahjo, Presiden juga setiap menerima perwakilan para
mahasiwa. Ini semata untuk membangun dialog. Membangun persepsi dan
pemahaman yang sama terhadap suatu masalah yang berkembang. Sehingga
tidak ada elemen masyarakat yang terpancing oleh isu yang menyesatkan.
Sebab jika diobrolkan dengan cair, pasti akan ada saling pengertian.
